Hakim Pragsono dan Asmadinata Dicegah ke Luar Negeri

TEMPO.CO, Jakarta - Dua hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Pragsono dan Asmadinata, dicegah keluar oleh Direktorat Jenderal Imigrasi atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi. Keduanya dicegah terkait dengan kasus suap terhadap koleganya, hakim Kartini Jailana Magdalena Marpaung.

"Mereka dicegah keluar negeri selama enam bulan ke depan," kata juru bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, Kamis, 30 Agustus 2012. "Mereka dicegah untuk memudahkan penyidikan kasus suap tersebut".

Kasus suap ini terungkap saat KPK menangkap Kartini di Pengadilan Tipikor Semarang pada 17 Agustus lalu. Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pontianak, Heru Kusbandono, dan seorang swasta, Sri Dartuti, ikut ditangkap. KPK juga menyita uang suap sebesar Rp 150 juta. Ketiganya pun ditetapkan menjadi tersangka. Kartini berperan sebagai penerima suap, sedangkan Heru dan Sri sebagai pemberi suap. 

Uang suap tersebut diduga terkait dengan pembacaan putusan kasus dugaan korupsi dana perawatan mobil dinas sebesar Rp 1,9 miliar dengan terdakwa Muhammad Yaeni, mantan Ketua DPRD Grobogan. Kartini adalah hakim anggota dalam kasus korupsi ini bersama Asmadinata dan Pragsono. Adapun Sri adalah adik dari Yaeni. Putusan Yaeni dibacakan pada Senin lalu, dengan memvonis hukuman dua tahun enam bulan penjara, denda Rp 50 juta.

Pengacara Heru, Isti Novianti, mengatakan kliennya memberi uang kapada hakim atas permintaan Yaeni. Dia juga mengatakan bahwa sebelum pemberian uang tersebut, Pragsono yang menjabat ketua majelis hakim menelepon Heru agar segera memberikan uang itu karena dia akan berangkat ke bandara. Heru pun langsung bergerak ke Pengadilan Tipikor Semarang. Di sana sudah menunggu Kartini yang akan menerima uang tersebut. Namun belum sempat diambil, KPK keburu mencokoknya.

Adapun pengacara Kartini, Sahala Siahaan, mengatakan uang suap tersebut bukan diperuntukkan bagi kliennya, melainkan untuk hakim lain. "Silakan tanya sama Heru, dia yang lebih tahu," kata Sahala.

Kemarin, penyidik sudah memeriksa Pragsono dan Asmadinata di kantor Kejaksaan Tinggi Semarang. Hari ini, penyidik kembali memeriksa Heru sebagai saksi untuk tersangka Kartini dan Sri. "Ya benar, diperiksa sebagai saksi," kata Johan.

RUSMAN PARAQBUEQ

Berita terkait

Suap ke Hakim Kartini Atas Permintaan Yaeni 

Ketua DPRD Grobogan Bantah Perintahkan Suap Hakim

MA Dinilai Bisa Bekukan Pengadilan Tipikor

Hakim Kartini Bantah KPK Sita Duit Suap 

MA Endus Hakim Tipikor Disusupi Makelar Kasus

 

 

 

 
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.