Hakim AS tanya apakah Flynn sang mantan orang kepercayaan Trump telah hina pengadilan

Oleh Jan Wolfe dan Sarah N. Lynch

WASHINGTON (Reuters) - Seorang hakim AS pada Rabu mengisyaratkan keengganan untuk mengizinkan Departemen Kehakiman membatalkan penghentian kasus kriminalnya terhadap Michael Flynn, dengan menugaskan seorang pensiunan hakim untuk memberi nasihat apakah mantan pejabat pemerintahan Trump itu harus menghadapi dakwaan tambahan menghina pengadilan karena telah bersumpah palsu.

Melalui sebuah perintah tertulis singkat, Hakim Distrik A. Emmet Sullivan di Washington meminta John Gleeson, mantan hakim federal di New York, untuk mengajukan argumen dalam kasus ini sebagai amicus curiae atau teman pengadilan.

Sullivan mengatakan dia sedang berusaha mendapatkan rekomendasi Gleeson tentang apakah Flynn harus menghadapi dakwaan menghina pengadilan akibat bersumpah palsu bahwa dia bersalah karena berbohong kepada FBI tetapi kemudian berbalik arah dan mengatakan dia tidak pernah berbohong.

Sullivan juga mengatakan dia ingin Gleeson membuat alasan mengapa mosi memberhentikan kasus Flynn yang diajukan oleh Departemen Kehakiman pekan lalu harus ditolak.

Seorang juru bicara Departemen Kehakiman menolak memberikan komentar.

Keputusan mengejutkan pada 7 Mei dalam menghentikan kasus terhadap Flynn muncul di tengah meningkatnya tekanan dari Trump dan sekutu-sekutu politik Trump yang berulang kali menuduh ketaklayakkan FBI dalam caranya menangani penyelidikan tersebut.

Sampai saat itu, Departemen Kehakiman gigih membela langkah FBI dalam kasus ini.

Flynn, letnan jenderal purnawirawan Angkatan Darat yang menjabat penasihat Trump selama kampanye 2016, mengaku bersalah pada 2017 karena erbohong kepada FBI tentang interaksinya dengan duta besar Rusia untuk AS Sergey Kislyak beberapa pekan sebelum Trump menjabat.

Namun demikian, kemudian dalam kasus itu dia ganti pengacara dan taktik, dengan menuduh FBI menipu dia dan berusaha agar permohonan bersalahnya ditarik.

Jaksa Agung William Barr pada Februari mengungkapkan bahwa dia telah menunjuk Jeffrey Jensen, seorang jaksa federal di Missouri, untuk bekerja bersama dengan para jaksa penuntut karir guna meninjau kembali kasus tersebut.

Jensen akhirnya merekomendasikan agar Barr mencabut kasus tersebut, yang dilakukan departemen ini dalam mengajukan kasus pada 7 Mei, dengan mengatakan bahwa wawancara FBI pada 24 Januari 2017 yang mendukung dakwaan itu dilakukan tanpa "dasar investigasi yang sah" dan bahwa pernyataan-pernyataan Flynn tidak "terbukti sekalipun tidak benar."

Sejak itu, Barr menghadapi kritik keras dari kubu Demokrat selain dari para mantan jaksa penuntut karir, yang mengatakan tindakannya sama dengan campur tangan politik yang tidak patut dan merusak integritas Departemen Kehakiman.

(Laporan Jan Wolfe dan Sarah N. Lynch; Disunting oleh Cynthia Osterman)