Hakim Tegur Ajudan Daden: Saudara Sudah Disumpah Lho, Mana yang Benar

Merdeka.com - Merdeka.com - Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso menegur Daden Miftahul Haq, mantan ajudan Ferdy Sambo. Sebab, keterangannya berbeda dengan yang diberikan Mahareza Rizky, adik kandung Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Perbedaan keterangan terkait peristiwa pasca penembakan Brigadir J. Daden bertemu Reza di rumah dinas Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Menurut Reza, saat itu Daden menggeledah dirinya untuk memastikan ia tidak membawa senjata api.

Namun, hal itu dibantah Daden. Dalam kesaksian, Daden mengaku dihubungi Chuck Putranto melalui sambungan telepon. Ketika itu, diperintahkan untuk menelepon Bripda Mahareza Rizky, adik Brigadir J.

"Kamu punya nomor adiknya Yosua tidak? Tolong suruh ke Biro Provost Mabes Polri," kata Daden menirukan suara Chuck.

Daden mengaku tak tahu-menahu alasan Brigadir J diminta menghadap Biro Provost. Daden menguraikan pembicaraan.

"Saya telepon Adik kamu disuruh ke Biro Provost," kata Daden.

"Untuk apa," jawab Mahareza.

"Abang juga tidak tahu," timpal daden.

Daden menerangkan, Bripda Mahareza Rizky baru lepas piket, baju dan pakaian dinas berada di laundry bang. Daden mengingatkan Bripda Mahareza Rizky.

"Wah kalau bisa ke kantor itu pakaian dinas." ucap Daden.

Singkat cerita, Daden tiba di Saguling III No.29, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada pukul 19.00 Wib. Ketika itu, Maharesa Rizky bertanya-tanya.

"Bang saya disuruh ngapain?" tanya Mahareza.

"Enggak tahu. mutasi loh mungkin," timpal Daden.

Daden mengatakan, ia memberitahu Daden perihal pakaian yang digunakan pada saat bertandang ke Biro Provost

"Terus saya bilang, kalau ke kantor dalam rangka dinas harusnya pakai pakaian dinas. Saya kasih tahu pakaiannya agak rapih," kata Daden.

Lebih lanjut, Hakim mencecar kematian Brigadir J. Menurut keterangan Daden, ia baru kala diceritakan oleh Adzan Romer.

"Seingat saya waktu itu romer bilang ada kejadian di 46, Yosua tertembak," ucap Daden.

Mendengar jawaban Daden, Majelis Hakim meragukan. Sebab, ada perbedaan dengan yang diutarakan saksi lain.

"Keterangan saudara berbeda dengan keterangan saksi lainnya. Mana yang benar," tanya Hakim

"Siap," jawab Daden.

Majelis Hakim juga kembali menyinggung penggeledahan yang dilakukan oleh Daden kepada Daden Miftahul Haq. Saat diperiksa tiga kali, Reza mengaku digeledah.

"Ya saya memang tidak geledah," jawab Daden.

Daden menolak keterangan yang disampaikan Mahareza Rizky. Ketika itu, hanya memberitahukan jika berpakaian preman ke provost itu tidak pas untuk pakai senjata, karena ini bukan fungsinya.

"Saya tidak ada menggeledah sama sekali yang mulia," ujar dua.

Hakim menyayangkan tidak adanya CCTV rumah Saguling yang dijadikan barang bukti.

"Kalau CCTV itu ada, keterangan saudara yang benar atau keterangan Reza," ujar dia.

"Siap yang mulia saya katakan yang sebenarnya, tidak ada penggeledahan di Saguling," kata Daden.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com [rhm]