Hakim Tolak Eksepsi Ade Yasin, Sidang Berlanjut Pemeriksaan Saksi

Merdeka.com - Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menyiapkan puluhan saksi berkaitan kasus suap dengan terdakwa Bupati Nonaktif Bogor Ade Yasin. Sidang akan berlanjut setelah eksepsi yang diajukan ditolak oleh majelis hakim.

Penolakan eksepsi tersebut terungkap dan disampaikan oleh Ketua Hakim Hera Kartiningsih dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (1/8).

"Mengadili, keberatan (eksepsi) Ade Yasin tidak dapat diterima, pemeriksaan dilanjutkan dengan surat dakwaan penuntut umum yang disampaikan pada 6 Juni 2022," kata Hera.

Diketahui, dalam eksepsi yang diajukan, Ade menyatakan bahwa yang berinisiatif menyuap Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Jabar untuk mencapai Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) adalah Ihsan Ayatullah selaku Kepala Sub Bidang Kas Daerah pada BPKAD Pemkab Bogor.

Sidang kasus suap BPK Jabar dengan terdakwa Ade Yasin akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh JPU KPK.

JPU KPK Roni Yusuf mengatakan, dalam kasus ini bakal mendatangkan sekitar 35 sampai 40 orang saksi. Semua akan didatangkan secara bertahap, dimulai pada sidang yang berlangsung Rabu (3/8).

"Sidang pertama sekitar lima orang saksi dulu dari BPKAD Bogor," terang Roni seusai sidang.

"Namanya belum bisa disebutkan yang jelas lima orang itu akan dihadirkan di sidang Rabu besok," Ia melanjutkan.

Diberitakan sebelumnya, Ade Yasin didakwa memberikan suap kepada empat pegawai BPK Jabar berkaitan dengan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Pemerintah Kabupaten Bogor tahun anggaran 2021.

Total uang yang diberikan sebesar Rp1.935.000.000 secara bertahap dalam kurun waktu Oktober 2021 hingga April 2022. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel