Hakim Tolak Permintaan Kubu Bharada E Diperiksa Terpisah dengan Terdakwa Lain

Merdeka.com - Merdeka.com - Penasihat hukum terdakwa Bharada E atau Richard Eliezer, Ronny Talapessy mengajukan permohonan kepada Majelis Hakim agar jadwal sidang kliennya dilakukan terpisah dengan terdakwa lainnya. Permohonan itu Ronny sampaikan pada sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Bharada E hadir disidang dengan terdakwa Bripka RR atau Ricky Rizal dan terdakwa Kuat Ma’ruf.

"Izin Yang Mulia, terkait dengan permintaan kami dari pengacara hukum karena Richard ini sebagai justice collaborator. Kami minta supaya persidangannya dipisahkan Yang Mulia dengan terdakwa lainnya," ujar Ronny saat sidang, PN Jaksel, Senin (7/11).

"Karena mengingat bahwa kami terbatas, pertanyaan kami butuh konfirmasi, kami minta supaya ini dikembalikan seperti semula Yang Mulia," lanjutnya.

Ketua Hakim Wahyu Iman Santoso lantas merespon permintaan tersebut bahwa sidang perkara berjalan sesuai asas sederhana, cepat, dan murah. Karenanya, sidang masih terkendali meski digabung dengan terdakwa lainnya.

"Ini saksi kita belum periksa ahli kita belum konfrontasi dengan para terdakwa lainnya. Untuk sementara, majelis masih menganggap ini bisa berjalan. Sehingga (kalau) majelis menganggap ini tidak bisa berjalan, maka kami akan periksa sendiri-sendiri ya," jawab hakim tegas.

Akhirnya, Majelis Hakim memutuskan untuk menolak permohonan penasihat hukum Bharada E itu. “Majelis Hakim memutuskan untuk menolak dan tetap meminta agar Bharada E bisa menjalani sidang dengan digabung bersama terdakwa Bripka RR dan Kuat Ma’ruf,” tutupnya.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar [ray]