Hakim Tolak Praperadilan Laskar FPI, Penangkapan Polisi Dicap Sah

Ezra Sihite, Vicky Fajri
·Bacaan 1 menit

VIVAPengadilan Negeri (pn) Jakarta Selatan menggelar sidang lanjutan praperadilan yang dilayangkan oleh pihak keluarga M. Suci Khadavi Putra yakni laskar DPI yang tewas ditembak aparat kepolisian di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Dari pantauan VIVA di lokasi, sidang yang beragendakan putusan berlangsung di ruang 3 Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa 9 Februari 2021

Dalam persidangan, Hakim tunggal Ahmad Suhel menolak gugatan praperadilan yang dilayangkan oleh keluarga M. Suci Khadavi Putra, laskar FPI yang tewas ditembak polisi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek tersebut.

"Menimbang bahwa tindakan termohon satu terkait penangkapan M Suci Khadavi bukan tangkap tangan maka permohonan pemohon ditolak. Menimbang karena ditolak maka permohonan pemohon yang lain harus dikesampingkan," ujar Akhmad Suhel pada saat membacakan putusan di ruang 5 Selasa, 9 Februari 2021

Dalam hal ini hakim menyatakan bahwa penangkapan yang dilakukan polisi juga bukan operasi tangkap tangan karena adanya surat penyidikan.

Sehingga penangkapan terhadap Khadavi oleh Kepolisian sudah sah.

Untuk diketahui, gugatan terkait penangkapan tidak sah itu teregistrasi dalam nomor perkara 158/Pid.Pra/2020/PN.JKT.SEL tertanggal 30 Desember 2020. Dalam gugatan ini ada tiga tergugat, Kapolda Metro Jaya, Bareskrim Polri dan Komnas HAM.