Hal Ini Sering Dialami Orang Indonesia saat Ingin Menjual Mobil

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pasar mobil bekas di Indonesia terbilang cukup menggiurkan, meski para produsen gencar menghadirkan model baru setiap tahun. Alasan utamanya, yakni harga yang ditawarkan lebih murah.

Bahkan, tak jarang konsumen bisa mendapatkan unit dengan fitur lebih mewah dari model baru, yang harga jualnya setara. Selain itu, pembeli juga tidak perlu menunggu satu bulan untuk proses pengurusan dokumen.

Data dari survei yang dilakukan Carsome Indonesia menunjukkan, tahun ini 64 persen orang berencana membeli kendaraan bekas pakai. Proses transaksi bakal dilakukan pada April, karena dianggap saat itu kondisi ekonomi sudah mulai kembali stabil.

Tak hanya itu, tidak sedikit juga yang berencana menjual mobil lama mereka pada tahun ini. Namun, mereka menemui sejumlah tantangan yang kerap dialami oleh para penjual mobil lainnya.

Sebelum adanya pembatasan sosial berskala besar atau PSBB, kendala yang dialami para penjual kendaraan bekas yakni masalah harga, status mobil yang masih kredit dan juga lamanya menunggu pembayaran dari pembeli.

Setelah PSBB, jumlah yang mengalami masalah soal menjual mobil kredit meningkat cukup banyak, sementara tidak puas soal harga dan pembayaran persentasenya seimbang.

Semua keinginan penjual itu berusaha diakomodir oleh Carsome, dengan menyediakan beberapa layanan. Mulai dari pemeriksaan unit di 175 titik, pembayaran yang cepat hingga proses pengurusan dokumen yang tidak ribet.

Tahun ini, perusahaan juga berencana meluaskan bisnis ke lini penjualan, di mana mereka berusaha dapat menawarkan produk mobil bekas ke konsumen.

“2021 akan membawa optimisme bagi para pelaku industri mobil bekas, sesudah dilanda pandemi COVID-19 sepanjang tahun lalu,” ujar General Manager Carsome Indonesia, Delly Nugraha saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Selasa 19 Januari 2021.