Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Olahraga di Kala Puasa

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Bulan puasa telah tiba. Saatnya memastikan tubuh tetap kuat dan sehat untuk menjalani aktivitas. Untuk kamu penggiat olahraga mungkin berolahraga adalah keharusan untuk tetap berolahraga di saat puasa.

Jika sahabat Fimela termasuk di dalamnya mungkin ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu jenis olahraga dan asupan yang diterima tubuh saat buka puasa atau sahur. Dilansir dari arabnews.com, ini adalah hal yang harus diperhatikan sebelum olahraga saat puasa.

Waktu untuk Berolahraga

Waktu latihan kamu sama pentingnya dengan latihan apa yang kamu lakukan. Pilih waktu saat kamu bersemangat tetapi masih memiliki kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan makanan setelah berolahraga. Pilihan terbaik adalah setelah berbuka puasa tetapi sebelum makanan utama berbuka puasa dan sebelum sahur jika kamu harus bangun pagi-pagi sekali. Jika kamu terbiasa berlatih dengan perut kosong maka sebelum berbuka puasa juga akan berhasil tetapi kekurangan hidrasi bisa menjadi masalah.

Perhatikan Asupan Gizi di Saat Sahur dan Berbuka

Sebelum dan sesudah pelatihan, saat sahur atau berbuka kamu harus menambah simpanan energi (glikogen) yang habis dengan mengonsumsi beberapa karbohidrat. Pilih pilihan yang sehat seperti sayuran dan pengganti gandum utuh untuk pasta dan nasi, juga tambahkan protein (untuk perbaikan otot) melalui daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan protein shake.

Cobalah Latihan Ketahanan

Apa saja yang harus kamu perhatikan sebelum olahraga di bulan Ramadan? | pexels.com/@rethaferguson
Apa saja yang harus kamu perhatikan sebelum olahraga di bulan Ramadan? | pexels.com/@rethaferguson

Selain menggunakan simpanan karbohidrat tubuh untuk energi selama puasa, kemungkinan tubuhmu juga akan beralih ke simpanan protein. Ini dapat menyebabkan hilangnya massa otot. Latihan ketahanan membantu menjaga massa otot, jadi pilihlah latihan beban tubuh seperti squat, lunges dan push-up atau tambahkan beban untuk deadlift, shoulder press, chest press, dan baris. Latihan kaki, lengan, dan perut juga bisa membantu.

Cobalah Kurangi Latihan Kardio

Pertahankan intensitas rendah kardio selama puasa karena intensitas tinggi akan memakan simpanan glikogen dan memaksa tubuh menggunakan protein untuk energi. Jika kamu ingin melakukan latihan kardio di siang hari, jalan-jalan sebelum buka puasa adalah pilihan yang baik untuk membakar kalori dengan aman.

Menjaga konsistensi dan recovery

Ramadan bukanlah waktu untuk mencoba membentuk otot, puasa membuat hal ini hampir mustahil. Jadi pikirkan tentang menjaga kebugaran alih-alih dengan pelatihan ketahanan yang teratur dan efektif atau gunakan seminggu atau lebih untuk memikirkan pemulihan. Setiap program latihan perlu istirahat di dalamnya. Hal ini bisa menjadi waktu untuk mengambil langkah mundur selama satu atau dua minggu sehingga kamu bisa mulai kuat setelah Ramadan.

Penulis : Adonia Bernike Anaya (Nia)

#elevate women