Hal yang Perlu Disiapkan Bila Sekolah Tatap Muka Kembali Dibuka

Dusep Malik, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria masih belum memiliki rencana terkait dibukanya kegiatan proses belajar dan mengajar atau sekolah-tatap-muka">sekolah tatap muka di Ibu Kota pada awal 2021. Karena, harus dilihat data dan kondisi perkembangan kasus COVID-19 di lapangan.

“Sampai hari ini kita belum membuka tatap muka, terkait dimungkinkannya dibuka 2021 nanti di Ibu Kota akan lihat satu dua bulan ke depan. Kemungkinan terkait fakta data penyebaran COVID-19 di DKI Jakarta,” kata Riza di Jakarta, Selasa, 24 November 2020.

Sekalipun dimungkinkan dibuka, ia menuturkan, akan melihat situasi dan kondisi dan angka-angka, fakta dan data corona di Provinsi DKI Jakarta.

Karena untuk dapat melaksanakan tatap muka, selain regulasi sudah dimungkinkan oleh pemerintah pusat, lalu ada banyak yang harus disiapkan.

“Pertama, berbagai fasilitas yang harus disiapkan di sekolah-sekolah, terkait wastafel, pengecekan suhu, hand sanitizer, kemudian ruangan jaga jarak, atur shift, membagi jam sekolah,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, tidak kalah penting adalah kesiapan dari siswa itu sendiri termasuk juga izin dari wali murid. Kalau wali murid tidak izinkan, maka dimungkinkan anak tersebut sekalipun sekolah dibuka, diperbolehkan untuk tidak tatap muka.

“Terhadap dimungkinkan tatap muka kita masih menunggu angka fakta data kurva terkait penyebaran COVID-19 di wilayah DKI Jakarta,” katanya.

Saat ini, memang Pemprov DKI Jakarta masih meminta masukan dari berbagai pihak terkait adanya rencana pembukaan sekolah tatap yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim.

“Pada waktunya pak gubernur memutuskan setelah mendengar masukan para ahli, pakar, epidemiologi, instansi,dan koordinasi dengan kementerian, satgas pusat, dan pemerintah pusat, akhirnya kita umumkan, terkait kesiapan dan dimungkinkan terkait kesiapan dan dimungkinkan tatap muka di DKI Jakarta di 2021,” katanya.

Selanjutnya, terkait jenjang, ada diatur dinas pendidikan. Pada waktunya nanti diumumkan. Ada tahapannya mulai dari paling tinggi jenjang seperti kuliah ,SMA dan seterusnya, secara bertahap jenjangnya dan dibagi ada protokol COVID.

“Tapi sekali lagi belum bisa kami umumkan belum bisa kami pastikan 2021 sangat bergantung pada situasi kondisinya, fakta dan data dan semuanya, dan semuanya nanti kita akan koordinasikan kita diskusikan dialogikan dengan semua pihak, pak gubernur akan ambil satu kebijakan yang baik bagi semuanya,” katanya. (lis)

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Januari 2021, Anies Masih Kaji per Wilayah