Halaman Depan Google Diganti iGoogle?

INILAH.COM, Jakarta- Biasanya halaman depan mesin pencari Google hanya menampilkan kolom pencarian, logo Google dan beberapa fitur pengaturan. Tapi, kini berbeda. Beberapa pengguna malah ‘tidak sengaja’ akses iGoogle.

Beberapa pengguna internet yang membuka Google, berdasarkan pengamatan INILAH.COM,  mengarah ke web portal yang bisa dipersonalisasi, iGoogle. Mesin pencari tersebut sebenarnya sudah meluncurkan layanan tersebut di 2005. Fitur termasuk kemampuan untuk menambahkan web feeds dan Google Gadgets.

“Kemungkinan besar ini hanyalah pemaknaan yang dilakukan oleh Google sendiri berdasarkan konfigurasi browser yang mereka terima. Misalnya, jika Anda ternyata pernah mengakses iGoogle dan sempat melakukan personalisasi browser, Google secara tidak langsung memaknai Anda menyukai iGoogle. Karenanya, mereka akan menampilkan iGoogle ,” ujar pengamat teknologi sekaligus dosen Insititut Teknologi Bandung (ITB) Budi Raharjo saat dihubungi INILAH.COM pada Kamis (21/4).

Contoh lain, ujar Budi, jika pengguna sering mengakses IP Address dari Indonesia, maka Google akan mengarahkan mesin pencari Anda ke google.co.id.

"Pada dasarnya, Google mencoba membantu pengguna mereka berdasarkan kebiasaan pengguna itu sendiri. Ada kemungkinan pula, Google sedang gencar mempromosikan iGoogle sehingga memberikan tampilan ke beberapa pengguna secara acak. Tapi, biasanya ada fitur penghentian layanan," jelasnya.

Pada 30 April 2007, Google mengganti nama ‘Google Personalized Homepage’ menjadi ‘iGoogle’ terkait layanan personalisasi portal web. Layanan ini memungkinkan semua pengguna menciptakan fitur halaman yang bisa dipersonalisasi.

Anda bisa mengatur iGoogle dengan memilih fitur Framed Photo (menampilkan beberapa foto), GoogleGram (menciptakan pesan harian spesial), Daily Me (menampilkan suasana hati pengguna), Personal List (memungkinkan pengguna menciptakan daftar yang diinginkan) dan lainnya. [mor]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.