Halangi Penangkapan Bechi, Pendukung Intai Pergerakan Polisi dengan Drone

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah barang bukti yang disita saat penggerebekan Pondok Pesantren Shiddiqiyah, Kecamatan Ploso, Jombang, dipamerkan polisi. Barang bukti itu termasuk drone atau pesawat nirawak, kamera, hingga handy talky (HT) yang digunakan pendukung buronan pencabulan, Moch Subchi Azal Tsani alias MSAT alias Bechi (42) untuk mengintai pergerakan petugas kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha mengatakan, dalam penggerebekan di Ponpes Shiddiqiyah pada Kamis (7/7) lalu, pihaknya menangkap 5 orang yang disangka menghalangi upaya polisi menangkap Bechi.

Kelima tersangka yakni: MAK (39), warga Tembelang, Jombang; WHA (38) warga Waru, Sidoarjo; MNA (42), warga Wonosari Gunungkidul, Yogyakarta; SA, warga Deket, Lamongan; dan terakhir DP (sebelumnya disebut DD) sopir MSAT warga Ploso Jombang.

"Dari peristiwa tersebut kami telah melakukan penahanan terhadap kelima tersangka," ujarnya, Senin (11/7).

Terancam 5 Tahun Penjara

Dalam kasus ini, pihaknya menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit mobil Isuzu Panther dengan nomor polisi S 1741 ZJ, pistol airsoftgun beserta pelurunya, laptop, 4 unit HT, satu kamera merek Sony, dan seperangkat drone.

AKP Giadi menjelaskan, barang bukti drone digunakan untuk mengintai dan merekam kegiatan-kegiatan penggerebekan yang tengah dilakukan oleh polisi. Untuk mempermudah komunikasi ataupun instruksi, para tersangka menggunakan HT untuk berkoordinasi.

Terkait kasus ini, kelima tersangka dijerat dengan pasal 19 Undang-Undang RI no 12 tahun 2022 tentang menghalangi penyidikan tindak pidana kekerasan seksual dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel