Halim Sugiarto, Pemilik dan Manajer Bhinneka Solo Tutup Usia

Bola.com, Jakarta Kabar duka datang dari dunia basket Indonesia. Pemilik sekaligus manajer klub Bhinneka Solo, Halim Sugiarto, meninggal dunia pada Selasa siang (14/1/2020) dalam usia 77 tahun.

Halim Sugiarto tutup usia setelah mendapat perawatan akibat penyakit jantung yang dideritanya sejak beberapa tahun terakhir.

Bagi kalangan basket Indonesia, khususnya era 1900-2000an, sosok Halim Sugiarto sudah tidak asing lagi. Ia merupakan salah seorang tokoh penggiat basket profesional di Indonesia.

Kecintaannya terhadap basket, diwujudkan dengan mendirikan klub Bhinneka pada 1967, yang akhirnya berhasil menjadi satu di antara klub besar dan disegani di Indonesia khususnya di era IBL, pada 2000-an.

Klub yang berbasis di Solo, Jawa Tengah ini, pada awalnya diberi nama Bhinneka, mengacu pada pemain-pemainnya yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia serta dari berbagai latar belakang suku.

Demi melengkapi keberadaan tim, Halim Sugiarto juga membangun fasilitas yang memadai, yakni GOR Bhinneka, sebagai tempat latihan juga bertanding, yang masih berdiri kukuh hingga sekarang, kendati sudah berganti nama.

Klub ini melejitkan banyak pebasket yang jadi idola pada masanya, sebut saja I Made Lolik Sudiadnyana, Danny Harahap, Anang Sulistiawan, Anangga Kurniawan, hingga Pek King Day.

Sosok Vokal

Ilustrasi duka cita

Namun, Halim Sugiarto juga dikenal sebagai sosok yang vokal karena tidak segan mengkritisi kebijakan-kebijakan yang diterapkan ketika itu.

Pada 2008, Perbasi menjatuhkan sanksi kepada Halim Sugiarto larangan mendampingi Bhinneka selama satu tahun setelah dinyatakan melakukan tindak pemukulan terhadap wasit.

Tidak lama kemudian, Halim mengambil keputusan mengejutkan. Ia merelakan Bhinneka merger dengan klub Stadium Jakarta, tepatnya pada Desember 2008. Hal itu juga didasari kesulitan finansial yang dirasakannya, mengingat Bhinneka kesulitan tanpa adanya sponsor yang mendukung keuangan klub.

Meski menjalani masa skorsing dan tidak lagi menjadi pemilik Bhinneka, Halim Sugiarto tetap berkecimpung di dunia basket.

Ia memilih mengurusi pembinaan basket anak-anak, juga menggelar event kompetisi basket antarsekolah yang telah ditekuninya. Hingga pada 2010, Halim Sugiarto menjual seluruh aset Bhinneka ke produsen tekstil dan garmen, Sritex.

Sesuai informasi pihak keluarga, jenazah Halim Sugiarto disemayamkan di Rumah Duka Thiong Ting, Jebres, Solo, dan akan dimakamkan pada Minggu (19/1/2020) di Taman Memorial Delingan, Karanganyar.

Selamat jalan Pak Halim...