Halloween 2020, Abimana Aryasatya Pilih 6 Film Horor ini untuk Uji Nyali

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sabtu (31/10/2020), dunia memperingati Halloween yang belakangan identik dengan atraksi berhantu. Tak sedikit yang merayakannya dengan menonton film horor. Abimana Aryasatya pun punya rekomendasi sejumlah film horor ciamik.

Seperti diketahui, sejumlah studio raksasa Hollywood meluncurkan film horor unggulan saban Oktober untuk menyongsong Halloween. Di tengah pandemi Covid-19 yang meluas tahun ini, Halloween dirayakan di rumah saja.

Halloween 2020, Abimana Aryasarya mengajak Anda menguji nyali di rumah dengan menonton 6 film horor berikut ini. Beranikah Anda? Mana yang paling seram?

1. The Shining (1980)

The Shining. (Foto: Instagram @theshiningofficial)
The Shining. (Foto: Instagram @theshiningofficial)

Mahakarya Stanley Kubrick yang diadaptasi dari novel Stephen King ini mendapat ulasan beragam dari kritikus. Performa Jack Nicholson dipuji sekaligus dikritik tampak gelisah di layar.

Siapa sangka, dua-tiga dekade kemudian, The Shining dijadikan standar emas bagi generasi berikutnya. “The Shining akhirnya menjadi inspirasi bagi sineas film dunia,” ungkap Abimana Aryasatya.

2. Belenggu (2012)

Film Belenggu. (Foto: Instagram @upirocks)
Film Belenggu. (Foto: Instagram @upirocks)

Bukan karena ini filmnya maka Abimana Aryasatya menyarankan Anda menonton Belenggu. Harus diakui, ini salah satu film Indonesia terbaik pada 2012. Nyaris sempurna di semua lini. Belenggu unggul dari aspek teknis, naskah, hingga akting.

Ia diganjar 9 nominasi Piala Citra, menang di kategori Tata Musik dan Artistik Terbaik. “Saya dapat banyak pelajaran dari film ini,” cetus Abimana Aryasatya yang beroleh nomine Pemeran Utama Pria Terbaik di sini.

3. Pengabdi Setan (2017)

Poster Pengabdi Setan. (Foto: Dok. Rapi Films/ IMDb)
Poster Pengabdi Setan. (Foto: Dok. Rapi Films/ IMDb)

Pengabdi Setan selalu masuk daftar film favorit seniman, kritikus, maupun pencinta sinema. “Berhasil di tangga box office dan panen pujian di banyak festival,” kata Abimana Aryasatya.

Versi 1980 melahirkan tokoh ikonis Bibi Darmina yang diperankan dengan apik oleh Ruth Pelupessy. Versi Joko Anwar mengirim teror yang mewujud pada Mawarni Suwono (Ayu Laksmi).

4. Sebelum Iblis Menjemput (2018)

Poster Sebelum Iblis Menjemput. (Foto: Sky Media/ IMDb)
Poster Sebelum Iblis Menjemput. (Foto: Sky Media/ IMDb)

Abimana Aryasatya duduk di kursi Co-produser dalam film yang menyerap 1,1 juta penonton lebih ini. Seperti Pengabdi Setan karya Joko Anwar, Sebelum Iblis Menjemput kebanjiran pujian.

Selain naskah yang pulen dan penyutradaan detail, film ini mengantar Karina Suwandi ke karpet merah festival. Di tangannya, karakter Laksmi di layar putih terasa bertenaga sekaligus mengerikan.

5. A Quiet Place (2018)

A Quiet Place (IMDb/ Jonny Cournoyer - Paramount Pictures)
A Quiet Place (IMDb/ Jonny Cournoyer - Paramount Pictures)

A Quiet Place adalah horor generasi baru yang sukses menyandingkan aspek kualitas dengan unsur komersial. Selain panen 340 juta dolar AS (sekitar 5 triliun rupiah) dari seluruh dunia, film ini masuk bursa Oscars 2019 kategori Sunting Suara Terbaik.

Sineas John Kasinski memilih istrinya, Emily Blunt, sebagai pemeran pendukung. Nepotisme? Tidak juga. Buktinya, Emily Blunt menang Pemeran Pendukung Terbaik di SAG Awards. “Ini drama keluarga berbalut atmosfer horor yang digarap dengan baik,” ulas Abimana Aryasatya.

6. Us (2019)

Us. (Foto: Instagram @usmovie)
Us. (Foto: Instagram @usmovie)

“Horor yang beda, unik, dan berani,” sanjung Abimana Aryasatya. Us karya Jordan Peele yang sebelumnya kita kenal lewat Get Out merupakan honor genus yang diperkuat akting cerlang Lupita Nyong’o.

Menghidupkan karakter ganda, performa sang aktris menghipnotis penonton sejak menit awal. Tak heran jika dia beroleh banyak nominasi termasuk di SAG Awards. Sayang Oscars tak meliriknya.