Hamas Beri 2 Syarat Buat Israel, Baru Gencatan Senjata Bisa Dimulai

·Bacaan 1 menit

VIVA – Jual beli serangan roket antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dengan sayap militer Hamas Palestina yang sudah berlangsung selama sepekan, sepertinya akan segera berakhir. Lewat perwakilannya, Hamas akhirnya bersedia melakukan gencatan senjata.

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari ABC News, Kepala Badan Hubungan Internasional Hamas Palestina, Dr. Basem Naim, memastikan bahwa pihaknya siap menerima tawaran gencatan senjata.

Namun demikian, Hamas tak dengan gampang mau menerima opsi tersebut. Ditegaskan Naim, ada dua syarat yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan militer Israel.

"Kami memberi tahu semua pihak bahwa kami akan menerima gencatan senjata, secara timbal balik antara Israel dan Hamas dengan dua syarat," ujar Naim.

"Pertama, pasukan Israel harus menghentikan serangan ke kompleks (Masjid) Al-Aqsa dan menghormati situs tersebut. Kedua, Israel harus menghentikan evakuasi paksa warga Palestina di lingkungan Sheikh Jarah," katanya.

Naim juga menyatakan, kedua syarat tersebut diberikan kepada Israel karena sesuai dengan hukum internasional. Oleh sebab itu, kedua syarat itu juga menurut Naim bukan hanya sebatas harapan yang dimiliki oleh Hamas semata.

"Kondisi ini sesuai dengan hukum internasional, dan bukan hanya syarat yang diharapkan oleh otoritas Hamas," ucap Naim.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel