Hamas Klaim Menang Lawan Israel Usai Gencatan Senjata

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Gaza - Hamas mengklaim kemenangan terhadap Israel setelah pengumuman gencatan senjata diumumkan. Gencatan berhasil tercapai setelah lebih dari 200 warga Gaza tewas akibat konflik dengan Israel.

Gencatan senjata ini terjadi setelah difasilitasi oleh Mesir. Mesir memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, serta punya pengaruh terhadap Hamas.

Menurut laporan Arab News, Jumat (21/5/2021), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyambut baik keputusan gencatan senjata. Sementara, Hamas merayakan hal ini sebagai kemenangan.

"Ini adalah euforia kemenangan," ujar tokoh senior Hamas, Khalil Al-Hayya, yang merayakan bersama ribuan warga Palestina.

Pihak Israel menyebut Hamas menembakan lebih dari 4.300 roket selama konflik berlangsung.

Totalnya, ada 232 warga Gaza yang tewas akibat konflik ini, termasuk 65 anak kecil. PBB melaporkan ratusan gedung juga hancur di Palestina, dan WHO berkata lebih dari 5.000 orang terluka di Gaza dan Tepi Barat.

Di lain pihak, ada 12 orang tewas di Israel.

Joe Biden Sambut Baik Gencatan Senjata

Warga merayakan gencatan senjata antara Israel dengan Hamas di depan gedung yang hancur di Kota Gaza, Palestina, Jumat (21/5/2021). Gencatan senjata antara Israel dengan Hamas terjadi setelah 11 hari pertempuran yang mematikan. (MAHMUD HAMS/AFP)
Warga merayakan gencatan senjata antara Israel dengan Hamas di depan gedung yang hancur di Kota Gaza, Palestina, Jumat (21/5/2021). Gencatan senjata antara Israel dengan Hamas terjadi setelah 11 hari pertempuran yang mematikan. (MAHMUD HAMS/AFP)

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan bahwa negaranya menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.

"Amerika Serikat sepenuhnya mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri dari serangan roket tanpa pandang bulu oleh Hamas dan kelompok teroris berbasis Gaza lainnya yang telah merenggut nyawa warga sipil yang tidak bersalah," kata Biden dalam sambutannya di Gedung Putih, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (21/5/2021).

"Permusuhan ini telah mengakibatkan kematian tragis begitu banyak warga sipil, termasuk anak-anak, dan saya mengirimkan belasungkawa yang tulus kepada semua keluarga, Israel dan Palestina, yang telah kehilangan orang yang dicintai," tutur Biden.

Dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Biden menyampaikan pujiannya kepada Israel karena mengakhiri konflik setelah 11 hari.

Selain itu, Biden juga telah berbicara dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebagai bagian dari "keterlibatan diplomatik yang intens".

Presiden ke-46 AS tersebut juga menyampaikan terima kasihnya kepada Mesir atas peran mereka dalam menengahi kesepakatan tersebut.

Disampaikannya juga bahwa AS akan bekerja dengan PBB dan organisasi internasional lainnya dalam "memberikan bantuan kemanusiaan dengan segera" untuk warga Gaza.

"Kami akan melakukan ini dalam kemitraan penuh dengan Otoritas Palestina, bukan Hamas ... dengan cara yang tidak mengizinkan Hamas untuk mengisi kembali persenjataan militernya," ujar Biden.

"Saya percaya Palestina dan Israel sama-sama berhak untuk hidup dengan aman, dan menikmati kebebasan, kemakmuran dan demokrasi yang setara," jelasnya.

Infografis Palestina:

Infografis Rentetan Konflik Terbaru Israel - Palestina. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Rentetan Konflik Terbaru Israel - Palestina. (Liputan6.com/Abdillah)