Hamas Palestina: Tak Ada Tawaran Gencatan Senjata dengan Israel

·Bacaan 2 menit

VIVA – Sudah sepekan lebih konflik Israel-Palestina berlangsung dan memakan ratusan korban jiwa dari kedua belah pihak. Sejumlah negara mencoba memediasi Israel dan Palestina untuk melakukan gencatan senjata. Namun demikian, organisasi politik dan sayap militer Palestina, Hamas, menegaskan belum ada kesepakatan yang tercapai.

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari Kantor Berita Rusia, TASS, Mesir jadi negara pertama yang mengajukan proposal kepada pemerintah Israel dan Hamas terkait permintaan gencatan senjata.

Seorang delegasi Mesir yang tak disebutkan namanya disebut telah menyampaikan proposal gencatan senjata kepada pemerintah Israel. Namun demikian, pejabat tersebut tidak bisa masuk ke Gaza lantaran serangan udara militer Israel yang masih berlanjut.

Dalam pernyataannya, pejabat itu menyebut bahwa proposal gencatan senjata sudah diserahkan dan tinggal menunggu respons dari kedua belah pihak. Dalam proposal tercantum, gencatan senjata setidaknya dimulai Kamis 20 Mei 2021, mulai pukul 06.00 waktu setempat.

Waktu tersebut ditetapkan agar pada akhir pekan ini baku tembak yang melibatkan militer Israel dan kelompok Hamas bisa dihentikan. Pejabat Mesir itu juga menyebut telah berkoordinasi dengan pemerintah Rusia dan Amerika Serikat (AS).

"Kairo telah mengajukan proposal untuk gencatan senjata mulai pukul 06.00 waktu setempat (bertepatan dengan waktu Moskow), Kamis 20 Mei, berkoordinasi dengan pemerintah AS," ujar delegasi Mesir.

"Kami mengunggu faksi Palestina dan pemerintah Israel untuk menanggapi dan mengharapkan operasi militer dihentikan akhir pekan ini," katanya.

Apa yang dikatakan delegasi Mesir itu ternyata tak sesuai dengan pernyataan Hamas. Menurut anggota Biro Politik Hamas, Izzat al-Risqh, hingga saat ini pihaknya sama sekali belum menerima tawaran apa pun.

Al-Rishq juga memastikan belum ada kesepakatan apapun yang tercapai mengenai gencatan senjata. Namun, al-Rishq menyebut pihaknya terus melakukan kontak dan menyambut baik usaha negara-negara yang berusaha melerai pertikaian.

"Tidak ada kesepakatan yang dicapai. Belum ada jangka waktu pasti untuk gencatan senjata. Upaya mediator dan kontak terus berlanjut tanpa henti," ucap al-Rishq.