Hamburkan uang untuk rumah dinas, mahasiswa tuntut Atut mundur

MERDEKA.COM. Puluhan mahasiswa dari Utirta Movement Community (UMC) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Banten. Mereka menuntut agar Ratu Atut Chosiyah mundur dari jabatannya karena dinilai melakukan mark up anggaran pembangunan Rumah Dinas Gubernur tahun 2010 dan 2011, yang menghabiskan dana sebesar Rp 16,14 miliar.

Selama melakukan aksinya, massa sempat mencoba menyegel rumah dinas Gubernur Banten namun gagal. Para pengunjuk rasa kemudian memblokir jalan dengan membakar ban bekas.

Koordinator Aksi, Nur Fahmi mengatakan, unjuk rasa berlangsung untuk mengecam Gubernur Banten. Sebab, Atut telah menghamburkan anggaran untuk kepentingan pribadi saat membangun Rumah Dinas.

"Setelah Rumdin selesai dibangun sejak awal tahun 2012 lalu, sampai sekarang rumah itu belum pernah ditempati. Tetapi Gubernur justru menggunakan rumah pribadinya sebagai Rumdin, dengan dibayar oleh Pemprov sebesar Rp 25 juta per tahun," katanya dalam orasi.

Nur Fahmi menilai, penganggaran tersebut sangat tidak logis dan diduga ada mark up anggaran dalam pelaksanaannya. Karena untuk membangun sebuah rumah dinas yang mewah, hanya dibutuhkan anggaran senilai Rp 5 miliar, jumlah tersebut tentu jauh berbeda dengan Rumdin Gubernur.

"Pemprov sudah menganggarkan dana sangat besar untuk Rumdin, tapi tidak digunakan. Ini tentu sangat sia–sia. Jika saja dana sebesar itu dipergunakan untuk kepentingan rakyat, tentu lebih baik. Untuk itu, kami minta agar Gubernur mundur mengundurkan diri, karena lebih mementingkan harta dibanding rakyat Banten," pintanya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.