Hamilton Akhiri Perdebatan Mobil Vs Pembalap

Jonathan Noble
·Bacaan 2 menit

Kemenangan di GP Turki mengokokohkan status Hamilton sebagai pembalap F1 tersukses. Bagaimana tidak. Dia menyamai tujuh titel dunia yang dipegang legenda Michael Schumacher.

Selain itu, Hamilton juga mengoleksi jumlah kemenangan, serta pole position, lebih banyak daripada siapa pun dalam sejarah balap mobil jet darat.

Namun, dominasi Hamilton-Mercedes telah membuat beberapa orang berpikir, bahwa kemenangan demi kemenangan yang diraih lebih karena sang pembalap mengemudikan mobil terbaik.

Lowe rupanya tak sependapat. Skala pencapaian Hamilton telah membuktikan, tanpa keraguan, kesuksesannya berkat talenta yang dimiliki.

Meski pengaruh pembalap versus mobil dapat berfluktuasi pada balapan individu, maka satu-satunya cara tepat untuk menilainya adalah dengan melihat karier Hamilton secara keseluruhan.

“Menghadapi balapan (Turki), cukup jelas dia membuat perbedaan dengan mobil itu (Mercedes),” kata Lowe secara eksklusif kepada Motorsport.com.

"Ya, itu mobil yang bagus. Tetapi jika Anda membandingkannya dengan rekan setimnya, dan Anda membandingkannya dengan kesalahan dari banyak pembalap hebat lainnya dalam balapan itu, maka dia menunjukkan performa sempurna.

“Jadi, bagi saya, jika tidak 100 persen dia dalam balapan individu, maka itu pasti pada 90-an.

“Tapi jika Anda melihat seluruh kariernya sejauh ini, dan tujuh kejuaraan dunia, maka Anda harus rata-rata memberikan kontribusi besar tim dalam membuat mobil hebat.

“Namun jika Anda memiliki pembalap terkemuka seperti Lewis yang, selama 14 musim, umumnya pada salah satu mobil terkemuka, telah mengantarkan tujuh kejuaraan, maka itu tergantung pada (kemampuan) mengemudinya.

“Anda dapat memilih kejuaraan individu dan berkata, 'Baiklah, yang itu mudah baginya'. Tetapi tidak semuanya mudah. Dan faktor lain ikut bermain, seperti ketahanan, konsistensi.

“Ada banyak pembalap hebat yang mungkin Anda katakan telah memberikan kontribusi besar dengan talenta mereka sendiri, dan mereka telah memenangi kejuaraan, kejuaraan tunggal. Namun, untuk memenangi tujuh gelar membutuhkan konsistensi dan ketahanan yang sangat istimewa,” ujarnya.

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG F1, melintasi garis finis untuk memenangi GP Turki dan merengkuh gelar F1 ketujuh

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG F1, melintasi garis finis untuk memenangi GP Turki dan merengkuh gelar F1 ketujuh<span class="copyright">Andy Hone / Motorsport Images</span>
Lewis Hamilton, Mercedes-AMG F1, melintasi garis finis untuk memenangi GP Turki dan merengkuh gelar F1 ketujuhAndy Hone / Motorsport Images

Andy Hone / Motorsport Images