Hamilton Layak Dapat Gelar Kesatria

Scherazade Mulia Saraswati
·Bacaan 1 menit

Lewis Hamilton menjadi pembalap F1 keempat yang dianugerahi gelar kebangsawanan setelah Sir Jack Brabham, Sir Stirling Moss, serta Sir Jackie Stewart.

Namun, driver Mercedes itu merupakan sosok pertama di yang menerima salah satu penghargaan tertinggi tersebut saat masih balapan.

“Selamat untuknya, dan (dia) sangat pantas mendapatkannya,” kata Brundle kepada Sky Sports News.

“Tujuh gelar dunia yang dia miliki sekarang menyamai Michael Schumacher hebat. Dia menduduki puncak klasemen di Formula 1 untuk kemenangan terbanyak (95), pole position terbanyak (98), serta podium terbanyak (165).

“Dia (akan) berusia 36 tahun pada 7 Januari. Sebagian besar pembalap muda ingin mengalahkannya, tetapi dia masih di puncak permainan. Penuh energi, menekan seperti orang gila.

“Jika seseorang dalam hal olahraga layak mendapatkan pengakuan ini, maka tentunya itu adalah Sir Lewis Hamilton.”

Brundle lalu menambahkan, ketika melihat Lewis Hamilton naik podium dan mendengar lagu kebangsaan Inggris, hal itu jadi penegasan atas semua pencapaian sang pembalap dalam mewakili Inggris Raya dan Formula 1.

Baca Juga:

Hamilton Terima Gelar Kesatria Kerajaan Inggris Kaleidoskop F1 2020: Rekor Hamilton hingga Kecelakaan Grosjean GP Australia Terancam Batal sebagai Balapan Pembuka F1 2021

Pernyataan senada turut dilontarkan oleh Damon Hill, yang menggambarkan gelar kesatria untuk Hamilton sebagai kehormatan.

Juara dunia F1 1996 itu bahkan memuji upaya Hamilton dalam membawa masalah keadilan sosial, serta keragaman ke paddock balap mobil jet darat maupun bagi masyarakat luas.

“Dia membela isu yang dekat dengan hatinya dan mempengaruhi semua orang, dan dalam olahraga kami sangat jarang seorang pembalap terlibat dalam apa pun di luar Formula 1,” tutur Hill kepada Sky Sports.

“Lewis mengatakan,’Ini mempengaruhi saya, ini mempengaruhi setiap orang kulit hitam'. Dia membela isu tersebut, yang mana bisa menggoyang kariernya, bisa mengacaukan konsentrasinya pada kejuaraan.

“Jad, dia bertaruh besar untuk melakukannya, dan itulah keberanian. Dia membela apa yang diyakininya benar.”