Hamilton Memahami Peran Schumacher di Balik Kesuksesan F1

Jonathan Noble
·Bacaan 3 menit

Pada akhir pekan lalu, Hamilton berhasil mendapatkan gelar juara dunia ketujuh yang membuatnya menyamai rekor titel terbanyak Formula 1 yang dipegang Schumacher.

Selain itu, pria asal Inggris tersebut juga mencatatkan rekor dengan kemenangan terbanyak dan paling sering mendapatkan pole position dalam sejarah F1.

Namun, banyak orang yang mengatakan bahwa kesuksesan Hamilton karena ia memiliki mobil terbaik di trek. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak memahami seberapa besar peran yang harus dimainkan seorang pembalap dalam pengembangan mobil.

Pria asal Inggris itu mengatakan bahwa sejak rutin memberikan gelar untuk Mercedes, telah membuka matanya tentang peran besar Schumacher. Ia menyayangkan karena orang-orang di luar olahraga ini tak menghargai itu.

“Dalam hal membantu mengembangkan mobil, saya tidak pernah sepenuhnya mengerti saat mengambil alih tempat Michael,” kata Hamilton.

“Sulit untuk seseorang yang baru memulai di F1, bagi seorang pembalap muda. Sulit bagi mereka untuk sepenuhnya mamahami apa yang Michael lakukan, dan apa yang saya lakukan di tim.”

Hamilton menegaskan bahwa dirinya telah bekerja keras untuk mengembangkan mobil dan meningkatkan kemampuannya sebagai seorang pembalap.

Namun, Mercedes yang berhasil tampil baik di era V6 turbo hybrid membuat banyak orang meyakini kesuksesan Hamilton sebagian besar karena mobil yang digunakannya.

“Mereka hanya melihat mobil yang bagus, hanya melihat Michael berada di mobil bagus. Tapi sekarang saya memahami apa yang Michael lakukan degan timnya, atau apa yang dia lakukan dengan tim ini. Saya yakin itu hampir sama dengan apa yang harus saya lakukan,” ujar Hamilton.

“Anda tahu, Anda harus menjadi pembalap tangguh. Anda memiliki grup yang cerdas, orang-orang yang bersemangat dan tentu saja Anda memiliki ketua tim yang memegang kendali utama.

“Tapi dalam hal pengembangan, bagaimana membuat mobil bisa alami peningkatan dan bekerja sesuai dengan karakteristik pembalap, itu menjadi tugas saya. Sata sangat bangga dengan itu,” ujar Hamilton.

Pria 35 tahun itu mengatakan bahwa pada musim ini dirinya merasa selangkah lebih maju daripada tahun sebelumnya.

“Saya seperti merasa di level tertinggi pada saat ini. Ini sebuah progres alami. Anda tidak bisa selalu melakukan hal yang tepat,” kata Hamilton.

“Pada tahun ini, saat kami menghadapi momen sulit karena Covid-19, kami memiliki banyak waktu untuk membenahi area yang lemah. Saya bisa katakan pada tahun lalu kami memiliki balapan yang kuat dan tidak terlalu bagus di kualifikasi.

“Pada musim ini saya berusaha untuk tetap kuat tapi tetap bekerja untuk mengatasi kelemahan. Tapi dalam upaya meningkatkan kinerja di kualifikasi, performa saya di balapan juga ikut meningkat. Ini sedikit mengejutkan. saya tak menyangkanya.”

Baca Juga:

F1 Berencana Gelar 24 Balapan dalam Semusim Vettel Nilai Amarah Leclerc di GP Turki Berlebihan

Hamilton memastikan dirinya akan tetap berada di Formula 1 untuk menginspirasi banyak orang. Tapi ia juga menegaskan bahwa masih ada ruang di dalam dirinya yang masih bisa ditingkatkan.

“Bagi atlet yang berada di puncak permainannya, Anda selalu mengatakan bahwa sulit untuk menaikkan standarnya. Hal termudah adalah membiarkannya tergelincir. Tapi saya bukan orang baru di dunia ini,” kata Hamilton.

“Saya tahu apa yang harus dilakukan untuk menempatkan pemikiran yang tepat dan bagi saya fisik juga hal yang tepat. Saya tidak benar-benar melihat masalahnya ada pada menjaga konsistensi, tapi ini adalah peningkatan kecil yang dilakukan dalam hal meningkatkan standar.

“Saya benar-benar tidak tahu apakah itu bisa menjadi lebih baik. Misalnya balapan, sangatlah kuat. Tapi ada beberapa elemen yang seharusnya bisa lebih baik. Namun, tak semuanya mudah untuk di tingkatkan.”