Hamilton Merasa Lebih Bertanggung Jawab Musim Ini

Zeynep Temel
·Bacaan 1 menit

Pembalap Mercedes-AMG Petronas ini memang vokal melawan diskriminasi. Suaranya makin lantang menyusul tindak kekerasan yang menimpa warga kulit hitam tahun ini.

Ia bahkan tidak sungkan untuk mengkritik F1 yang dianggapnya tidak peduli dengan masalah itu. Sebagai perlawanan, Hamilton mengadopsi gerakan Black Lives Matter (BLM).

Pria Inggris ini juga selalu memakai kaos bertuliskan "End Racism" dan "Black Lives Matter" dan berlutut sebelum balapan. Banyak pembalap F1 mendukung aksinya.

Pembalap Mercedes-AMG Petrona, Lewis Hamilton, merayakan gelar F1 ketujuh yang diraihnya usai GP Turki 2020.

Pembalap Mercedes-AMG Petrona, Lewis Hamilton, merayakan gelar F1 ketujuh yang diraihnya usai GP Turki 2020.<span class="copyright">Andy Hone / Motorsport Images</span>
Pembalap Mercedes-AMG Petrona, Lewis Hamilton, merayakan gelar F1 ketujuh yang diraihnya usai GP Turki 2020.Andy Hone / Motorsport Images

Andy Hone / Motorsport Images

Pembalap 35 tahun tersebut merasa dukungannya terhadap gerakan Black Lives Matter penting untuk memastikan kaum muda kulit hitam dapat maju di bidangnya.

Hamilton ingin melihat lebih banyak pembalap kulit hitam nantinya bisa melanjutkan kesuksesannya dalam ajang balap jet darat.

"Saya tidak ingin memaksa orang. Jika Anda ingin tahu lebih banyak soal gerakan BLM Anda bisa melakukannya (sendiri)," Hamilton menuturkan.

"Ada yang bilang semua kehidupan itu penting. Tentu, saya sepakat. Namun faktanya, ada banyak anak kulit hitam yang tidak mendapat kesempatan dalam berbagai hal."