Hamilton samai rekor juara dunia F1 tujuh kali

·Bacaan 3 menit

Istanbul (AFP) - Lewis Hamilton pada Minggu mengamankan gelar dunia Formula Satu ketujuh yang menyamai rekor setelah menjuarai Grand Prix Turki dan kemudian memperingatkan orang-orang yang berusaha merebut mahkotanya dengan berkata, "Saya baru saja mulai!"

Setelah melakukan perjalanan penting dari urutan keenam di grid, pebalap Inggris itu menyamai perolehan gelar F1 yang dicapai pebalap Michael Schumacher dengan menyisakan tiga lagi balapan musim ini.

Pebalap berusia 35 tahun itu memastikan gelar terakhirnya 12 tahun setelah gelar pertamanya dengan penampilan luar biasa saat mengatasi kondisi awal basah dan berbahaya guna mengklaim kemenangan ke-94 dalam karirnya.

Kemenangan itu secara umum dinyatakan sebagai salah satu kemenangan terbaiknya dan sepenuhnya sesuai pada hari dia menyandingkan namanya dengan pebalap legendaris Jerman itu dalam buku rekor.

"Itu untuk semua anak di luar sana yang mempercayai hal yang tidak mungkin," kata Hamilton yang emosional di radio tim Mercedes. "Kalian bisa melakukannya."

Hamilton mengaku kesulitan mengungkapkan perasaannya setelah itu. "Saya benar-benar kehilangan kata-kata," kata dia.

"Tentu saja, saya harus mulai dengan mengucapkan banyak terima kasih kepada orang-orang di sini dan orang-orang di pabrik. Perjalanan yang kami lalui sangatlah monumental. Saya juga ingin berterima kasih kepada 'Tim LH' karena tetap bersama saya dan keluarga saya."

Hamilton yang memastikan gelar pertamanya pada 2008, menambah daftar rekornya yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni kemenangan terbanyak dengan 94 balapan, pole position paling sering (97), finis podium terbanyak (163) dan finis poin berturut-turut terbanyak (47).

Dia menambahkan: "Kami memimpikan ini sewaktu saya masih muda.

"Saya ingat menyaksikan Michael memenangkan kejuaraan dunia itu. Mendapatkan satu atau dua atau bahkan tiga sangatlah sulit."

"Tujuh itu tak terbayangkan. Tak ada akhir dari apa yang bisa kita lakukan bersama, saya dan tim ini."

"Saya merasa seperti baru saja memulai. Secara fisik, saya dalam kondisi sangat baik."

Dia melampaui rekan satu timnya dan satu-satunya pesaing juara yang tersisa, Valtteri Bottas, yang finis urutan ke-14, untuk mengklaim kemenangan ke-10 dari 14 balapan dalam satu musim yang tertunda oleh pandemi virus corona.

Hamilton finis lebih dari setengah menit di depan pebalap Racing Point Sergio Perez. Kedua pebalap memilih untuk melakukan satu pit-stop saja dan menghabiskan sebagian besar pacuan dengan satu set ban intermediate ketika lawan-lawan mereka beberapa kali dipaksa mengatasi kondisi licin.

Pesaing lama Hamilton, mantan juara empat kali Sebastian Vettel, finis urutan ketiga di depan rekan satu timnya dari Ferrari Charles Leclerc, Carlos Sainz dari McLaren dan, setelah sore yang liar nan impulsif, Max Verstappen yang memimpin Red Bull.

Alex Albon menempati urutan ketujuh sebagai pebalap kedua Red Bull di depan Lando Norris sebagai pebalap McLaren kedua, Lance Stroll, yang memulai dari pole position perdananya untuk Racing Point, dan Daniel Ricciardo dari Renault.

Kemenangan terakhir ini membuat Hamilton sudah tak bisa lagi dikejar oleh Bottas, dengan menyisakan dua balapan di Bahrain dan Grand Prix Abu Dhabi yang menjadi penutupan musim.

Vettel, yang meraih finis podium pada lap terakhir, adalah orang pertama yang memberi selamat kepada Hamilton di pit, bersandar ke kokpit pebalap Inggris itu untuk memberitahunya bahwa dia telah membuat sejarah.