Hampir 100 Hari Tak Syuting, Erwin Cortez Akui Berat Ekonomi dan Mental

Liputan6.com, Jakarta - Erwin Cortez, salah satu pesinetron Indonesia yang sudah cukup lama tak akting di depan kamera. Semua itu karena pandemi Corona Covid-19 yang hingga kini masih menghantui Indonesia.

Bahkan, ia mengaku sudah tak mau terima tawaran sejak Corona mewabah di Indonesia. Erwin Cortez mentotalkan sudah 90 hari di rumah saja.

Sebagai kepala rumah tangga, tentu saja bagi Erwin Cortez merasakan ini.

"Ini berat, berat sekali. Saya pribadi sejak awal Corona mulai mewabah di Indonesia langsung memutuskan untuk tidak ambil pekerjaan, saat itu pemerintah belum melarang secara resmi," terang Erwin Cortez melalui keterangan tertulis, Minggu (7/6/2020).

 

Kangen

Erwin Cortez (Foto: Ist)

Bukan hanya dari ekonomi saja pesinetron Suara Hati Istri ini merasakan berat dengan pandemi ini, yaitu mental. Erwin Cortez tak pernah merasakan menganggur selama ini dari dunia hiburan.

"Buat saya yang sudah 17 tahun menggeluti dunia seni peran, akting itu bukan hanya sekedar tempat mencari nafkah tapi ada kepuasan batin yang sudah menjadi kebutuhan untuk disalurkan. Tapi saya tidak akan mengambil risiko hanya demi shooting lalu ceroboh dan membahayakan diri saya, apalagi keluarga saya. Saya butuh uang tapi kesehatan itu nomer satu di atas segalanya," paparnya.

Amankah Syuting?

Erwin Cortez (Foto: Ist)

Erwin Cortez tak tahu pasti kapan syuting akan kembali dilakukan. Namun sebenarnya, menurut bapak dua anak ini yang terpenting sekarang bukan pertanyaan kapan syuting.

"Nah ini yang menjadi kendala, banyak orang, baik pemain maupun kru yang fokusnya hanya "kapan kita shooting?" Padahal pertanyaan terbesarnya adalah "amankah kita shooting?" Langkah-langkah apa yang harus diambil untuk mengamankan semua pihak di lokasi shooting. Kalau crew bisa pakai masker, faceshield, sarung tangan, tapi pemain gimana?" sambungnya.

Cek Suhu Bukan Patokan

Walau saat ini Pembatasan Sosial Berskala Besar mendapat kelonggaran, namun Erwin Cortez tetap saja khawatir apalagi Indonesia menjadi nomor dua tertinggi di Asean terkait Corona.

Baginya, pemeriksaan suhu melalui sebuah alat sudah tidak lagi bisa menjadi patokan seseorang itu sehat atau tidak. Lantaran, banyak orang positif Corona tanpa alami gejala.

Tindakan Nyata

Erwin Cortez menganggap harus ada tindakan nyata agar kondisi kembali normal.

"Ya saya lumayan pesimis memandang keadaan sekarang, karena banyak pemain yang self denial dengan keadaan ini. Mereka memakai prinsip "Bismillah aman" tentu dibalik doa harus ada usaha, tidak bisa kita shooting seperti biasa dengan mengucap Bismillah lalu berharap aman dari corona, harus ada tindakan nyata," pungkasnya.