Hampir 6 Ribu Peserta Hadiri Konggres Diaspora

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyebutkan sekitar hampir 6.000 peserta dari berbagai penjuru dunia maupun dalam negeri hadiri konggres II Diaspora Indonesia.

Sementara itu anggota Diaspora Indonesia di mancanegara, diperkirakan jumlahnya tidak kurang dari 8 juta orang di 26 negara dan telah dibentuk pula desk diaspora Indonesia di kemterian luar negeri sebagai mitranya.

"Hal ini kiranya mencerminkan potensi sesungguhnya dimiliki Indonesia," ungkap Marty, di Jakarta Convetion Center (JCC), Jakarta, Senin (19/8/2013).

Lebih lanjut kata dia, selama dua hari ke depan, peserta kongres Diaspora akan membahas 11 bidang kerja sama dimana Diaspora Indonesia dapat bermitra dengan berbagai kepentingan di tanah air. Yakni di bidang pendidikan, hingga ketahanan energi, sektor kuliner hingga bisnis dan inverstasi dan dari potensi tenaga kerja Indonesia di Luar Negeri hingga iptek dan informasi.

"Konggres Diaspora kali ini dilaksanakan masih dalam suasana peringatan HUT RI. Hari ini bertepatan dengan hari lahirnya kemenlu, yaitu selang dua hari setelah proklamasi. Sangatlah tepat kiranya apabila kita memetik inspirasi dari sumbangsih para pendahulu kita," katanya.

Dia tegaskan, Diaspora Indonesia, adalah duta bangsa yang sesungguhnya. "Dimanapun insan Indonesia berada, dapat berkontribusi. Pertama, jangan lupakan Indonesia. Jika negara membutuhkan, siaplah kembali ke tanah air,"ujarnya.

Baca Juga:

Menlu Larang Aksi Penggalangan Relawan ke Mesir

Menag: Jika Bahaya, Mahasiswa Indonesia di Mesir Harus Pulang

Menlu: Indonesia Prihatin Perkembangan di Mesir Semakin Memburuk

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.