Hantam Mayweather, Mike Tyson Malah Sanjung Jawara Tinju Asal Asia Ini

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 2 menit

VIVAFloyd Mayweather dalam beberapa kesempatan selalu mengklaim dirinya sebagai yang terhebat sepanjang masa. Hal ini tidak terlepas dari rekor tidak terkalahkannya di dunia tinju. Dia selalu menang di 50 pertarungan di sepanjang kariernya.

Namun, legenda tinju kelas berat, Mike Tyson membantah mentah-mentah klaim tersebut. Mike Tyson malah dengan terang-terangan mengaku lebih senang menyaksikan legenda tinju dunia asal Filipina, Manny Pacquiao.

“Mayweather bukan GOAT (terhebat sepanjang masa), saya malah lebih suka menonton Pacquiao,” kata Mike Tyson di HotBoxin Podcast, seperti dikutip dari Boxing: History, Highlights, and Pugilism.

Petinju bernama lengkap Emmanuel "Manny" Dapidran Pacquiao dan berjuluk "PacMan" ini dianggap sebagai salah satu petinju terhebat sepanjang masa. Pacquiao satu-satunya juara dunia delapan divisi dalam sejarah tinju.

Dia memenangkan 12 gelar juara dan menjadi petinju pertama yang memenangkan gelar di lima kelas berbeda. Dia juga petinju pertama yang juara di empat dari delapan divisi elite: kelas terbang, kelas bulu, ringan, dan kelas welter.

Meski lebih menyukai Pacquiao, bukan berarti Mike Tyson tidak mengakui kehebatan Mayweather. Hanya saja Tyson menilai Mayweather bukanlah yang terhebat. Sebab masih banyak legenda tinju yang punya kemenangan lebih banyak.

"Floyd tetap petarung yang hebat, jangan salah paham (tentang pendapat saya). Dia sudah meraih 50 kemenangan," ungkap Tyson.

"Tapi dengar, Sugar Ray Robinson (legenda tinju) terlibat dalam 40 pertarungan. Dia cuma kalah satu kali, lalu dia sudah mencatatkan 78 kemenangan beruntun. 40 menang, kalah satu, lalu 78 kemenangan beruntun," jelas Tyson.

“Julio Cesar Chavez Sr juga meraih rekor 89-0 sebelum dia kalah. Jadi Jangan ceritakan tentang, 'Kamu petarung terhebat,' dengan hanya rekor 50-0. Dia hebat, tidak diragukan lagi, tapi 50-0? Chavez mencetak 90 gol."

“Dia (Mayweather) bertarung seperti apa? Delapan kali setahun? Terhadap siapa pun yang ada di peringkat? Kalau dia (Julio Cesar), tidak memilih, dia seperti, 'Siapapun yang menginginkan, ayo.'”