Hantu Banjir di Indramayu

·Bacaan 2 menit

Indramayu - Warga di 4 desa di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, sempat dihantui bencana banjir akibat debit air Sungai Cipanas naik, Jumat (12/2/2021).

Ke-4 desa itu masing-masing Jangga, Jumbleng, Krimun, dan Puntang. Mereka meresahkan banjir akan kembali melanda setelah mengamati debit Sungai Cipanas mengalir deras ke persawahan menuju pemukiman warga.

Air diketahui melimpas melalui tanggul Sungai Cipanas yang jebol. Warga sekitar sebelumnya sempat dilanda banjir hingga membuat mereka merugi secara materil.

"Kemarin (Kamis) debit air sudah turun, warga pun sudah bersih-bersih rumah setelah sebelumnya kebanjiran. Tapi, hari ini ada kiriman air lagi sehingga warga pun takut," ungkap Camat Losarang, Suratno, Jumat (12/2/2021).

Jebolnya tanggul Sungai Cipanas sempat membuat banjir merendam ribuan rumah warga di Kecamatan Losarang selama beberapa hari belakangan. Tak hanya pemukiman, jalur pantura utama Indramayu pun terendam.

BPBD Kabupaten Indramayu mendata, banjir di Kecamatan Losarang merendam 5.235 rumah warga. Sebanyak 23.145 jiwa atau 9.697 KK terdampak banjir.

Merendam Ribuan Hektare Sawah

Tim SAR gabungan mengevakuasi ratusan warga korban banjir di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (8/2/2021). (Foto: Dok. Basarnas)
Tim SAR gabungan mengevakuasi ratusan warga korban banjir di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (8/2/2021). (Foto: Dok. Basarnas)

Banjir pula menggenangi 2.107 ha sawah di 10 desa di Kecamatan Losarang. Beruntung, hingga kini belum ada laporan tanaman padi yang mengalami puso.

Menghindari pengulangan bencana, Balai Besar Wilayah sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung pun selanjutnya mendatangkan alat berat untuk memperbaiki tanggul Sungai Cipanas yang jebol.

"Sejauh ini penambakan (perbaikan) tanggul jebol baru di lokasi pertama. Kami harap bisa selesai malam ini," tuturnya, dikutip dari Ayobandung.com.

Pihaknya berharap BBWS Cimanuk Cisanggarung menambah alat berat untuk perbaikan tanggul di lokasi ke-2.

Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Maman Kostaman mengemukakan, debit air Sungai Cipanas naik setelah datang kiriman air dari wilayah hulu di Kabupaten Sumedang. Kondisi itu terjadi setelah hujan mengguyur kawasan hulu selama 2 jam pada Kamis (11/2/2021) sore.

"Perjalanan air dari sana (Sumedang) ke sini (Indramayu) sekitar 12 jam," terangnya.

Namun begitu, dia menyebut, situasi itu berlaku temporer atau sementara. Pihaknya telah meminta pintu air Cipanas yang mengarah ke Losarang mengurangi debit aliran air.

Sayangnya, perbaikan tanggul yang jebol merupakan kewenangan BBWS Cimanuk-Cisanggarung. Pihaknya tak bisa menangani kerusakan itu dengan alasan kebutuhan alat-alat berat.

Dapatkan berita Ayobandung.com lainnya, di sini:

Simak Video Pilihan Berikut Ini: