Hanura Perhitungkan 2.000 Kursi Legislatif Untuk Pemilu

Jakarta (ANTARA) - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) memperhitungkan sekira 2.000 kursi anggota legislatif di semua tingkat parlemen pada Pemilu 2014, kata Ketua Umum DPP Hanura Wiranto di Jakarta, Minggu.

"Hanura memastikan bahwa tidak akan kekurangan tempat bagi caleg (calon anggota legislatif). Kalau ditotal, kami sudah mencapai 2.000-an," kata Wiranto dalam jumpa pers di Kantor DPP Partai Hanura, Minggu sore.

Pihaknya mengaku telah melakukan perhitungan secara teliti terkait kemungkinan caleg yang akan dipersiapkan sesuai dengan jumlah dapil.

Terkait dengan penggabungan 10 parpol ke Partai Hanura, Wiranto mengatakan sudah mempertimbangkan risikonya, termasuk membagi jatah kursi dengan sejumlah partai tersebut.

"Apa yang dicapai Partai Hanura dan ke-10 parpol masih memberikan ruang untuk kader-kader lain dalam menambah jumlah caleg," katanya.

Sepuluh parpol yang telah resmi bergabung dengan Hanura adalah Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Republika Nusantara (RepublikaN), Partai Pemuda Indonesia (PPI), Partai Kongres, Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Kedaulatan, Partai Nasional Republik (Nasrep), Partai Indonesia Sejahtera (PIS).

"Suatu penggabungan mempunyai risiko, dan itu sudah kami perhitungkan. Kami menyadari bahwa perjuangan memerlukan kebersamaan," tambahnya.

Sementara itu, meskipun belum menetapkan dan mengumumkan secara terbuka, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghitung ada pertambahan jumlah dapil untuk Pemilu 2014.

Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan pertumbuhan terbanyak terjadi di daerah yang mengalami pemekaran.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.