Hanya 1 Daerah di Sulteng yang Bisa Saksikan Gerhana Bulan Total Secara Utuh

·Bacaan 2 menit
Pengamatan Gerhana Bulan Total di Stasiun Geofisika Palu, Rabu (26/5/2021). (Liputan6.com/ Heri Susanto).

Liputan6.com, Palu - Stasiun Geofisika Palu menyatakan, meski penampakan gerhana bulan bisa disaksikan di semua daerah di Sulawesi Tengah, namun tidak semua daerah bisa menyaksikan fenomena alam gerhana bulan total itu secara utuh.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika, Hendrik Leopatty menerangkan fenomena tersebut bisa, disaksikan dengan mata telanjang oleh semua warga di Sulawesi Tengah. Namun penampakan gerhana bulan secara utuh hanya bisa diamati dari daerah tertentu.

"Bisa diamati dari manapun, tapi hanya dari Kabupaten Banggai fenomena itu bisa dilihat utuh," kata Hendrik.

Gerhana bulan total di Sulawesi Tengah mulai terjadi pukul 19.18 Wita, dan puncaknya terjadi pukul 21.49 Wita.

Stasiun Geofisika Palu sendiri menyaksikan fenomena gerhana bulan total dari lokasi pemantauan di Jalan Sumur Yuga menggunakan teropong bintang yang biasa juga digunakan melihat hilal. Hasil pantauan itu juga bisa disaksikan warga secara live streaming di situs bmkg.go.id.

Gerhana Bulan Total

Fenomena gerhana bulan total atau super blood moon disebut Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) akan terjadi malam ini, Rabu (26/5/2021).

Menurut BMKG, beberapa wilayah di Indonesia dapat dipastikan menyaksikan fenomena yang diperkirakan baru akan kembali terjadi pada 2033 ini.

"Fenomena super blood moon terjadi karena posisi matahari-bumi-bulan sejajar. Hal itu menempatkan bulan berada di umbra bumi sehingga menyebabkan puncak gerhana total," tulis keterangan BMKG dalam situs resminya, Rabu (26/5/2021).

Kemudian menurut BMKG, rentang waktu antar fase fenomena gerhana bulan total ini di tiap-tiap wilayah di Indonesia hingga mencapai titik sempurna berbeda-beda.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat di daerah pesisir waspada terhadap potensi terjadinya banjir rob terkait dengan akan adanya gerhana bulan total atau super blood moon tersebut.

"Gerhana bulan total yang akan terjadi dikenal dengan istilah super blood moon. Pada saat itu, bulan akan berwarna merah yang terlihat dengan ukuran relatif lebih besar dari fase bulan purnama biasa," ujar Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hartanto.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel