Hanya karena Tumpahkan Gula, Bocah 2 Tahun di NTT Dibunuh Ibunya yang Sedang Mabuk

Merdeka.com - Merdeka.com - Misteri kematian MYN alias Mikel (2), balita yang ditemukan tewas dalam hutan beberapa waktu lalu terkuak. Bocah itu ternyata dibunuh ibunya yang tengah mabuk dan emosi karena korban menumpahkan gula.

Kapolres Rote Ndao AKBP I Nyoman Putra Sandita mengatakan, korban Mikel dibunuh ibu kandungnya AA alias Rince (42) pada Jumat (15/7). Seusai membunuh, Rince pergi membuang jasad anak kandungnya di dalam hutan, sekitar 1 km arah barat dari rumahnya di Dusun Inggumurik, Desa Mbueain, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao.

AA kemudian mengabarkan putranya hilang. Dia membuat laporan ke Polsek Rote Barat pada Sabtu (16/7). Jasad Mikel akhirnya ditemukan dua hari kemudian, Senin (18/7) petang sekitar pukul 17.50 Wita, lalu dimakamkan pada malam harinya.

Tersangka Akui Bunuh Putranya

Kasus itu terus diselidiki polisi. Dari hasil penyelidikan korban diduga dibunuh ibunya.

Polisi kemudian diamankan. Dia mengakui telah membunuh putranya.

"AA membunuh Mikel dengan cara membekap mulut, sehingga korban kehabisan napas dan meninggal dunia. Selanjutnya ibu kandung membawa korban ke hutan yang berjarak dari rumah terduga sekitar satu kilometer, dengan tujuan membuangnya ke hutan agar tidak diketahui oleh anak-anaknya yang lain dan tetangganya," jelas Putra Sandita.

Tersangka Mengaku Tengah Mabuk

Tersangka AA mengaku mabuk tradisional jenis sopi saat membunuh putranya. Dia mengaku kesal karena Mikel menumpahkan gula pasir.

"Tersangka kesal karena korban menumpahkan gula saat membuat teh dan tersangka dalam keadaan mabuk minuman keras," jelas Putra Sandita.

Perempuan yang ditinggal mati suaminya sejak tiga tahun lalu ini kemudian membunuh putranya. Dia pun terancam pidana sebagaimana diatur dengan Pasal 338 KUHP dan UU Perlindungan Anak. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel