Hanya Merasa Nyaman tapi Tak Mau Bersatu, Apakah Ini Cinta Semu?

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta "Aku bertemu seorang pria di tempat kerja yang lucu, cerdas, dan konyol. Tapi dia hanya bisa jadi dirinya sendiri saat bersamaku," papar Anna (bukan nama sebenarnya). Dia menceritakan sosok pria (sebut saja namanya Riaan) yang dalam kesehariannya sebagai seorang bos disegani oleh bawahannya, tapi sebenarnya sosok yang menyenangkan dan bisa jadi teman ngobrol seru bagi Anna.

Suatu hari, Riaan mengirim pesan melalui Instagram pada Anna. Seperti yang dilansir dari laman timesofindia.indiatimes.com, itu menjadi awal obrolan mereka. Riaan dan Anna tak pernah mengobrol langsung di tempat kerja karena lingkungan kerjanya terlalu konservatif dan masih tabu bagi perempuan dan pria mengobrol soal hal lain selain masalah pekerjaan di kantor. Keduanya pun memutuskan untuk berkomunikasi saling bertukar pesan melalui Instagram.

Semakin Dekat dan Nyaman Mengobrol

"Kami akhirnya punya kesempatan untuk bercakap-cakap langsung saat dia menawariku untuk mengantarku pulang ke rumah. Aku putuskan untuk menerima tawarannya," kata Anna.

Percakapan pertama itu pun sama sekali tidak canggung. Bahkan selama satu setengah jam, mereka mengobrol dengan nyaman di dalam mobil seakan-akan sudah saling mengenal lama. Dari situ, Anna tahu bahwa Riaan adalah tipikal pria yang hanya tampak dingin di luar tai sebenarnya sangat ramah bila sudah mengenalnya lebih jauh.

Riaan pun bukan tipe pria yang langsung meminta nomor telepon. Bahkan selama beberapa bulan, komunikasi Riaan dan Anna hanya melalui percakapan di Instagram. Percakapan pun banyak diisi oleh obrolan-obrolan konyol.

Ketika akhirnya saling bertukar nomor telepon, Riaan dan Anna sering mengobrol dua hingga tiga jam setiap malam. Tak hanya itu saja. Terkadang Riaan menelepon pada pagi hari dan Anna menelepon pada siang hari di tengah kesibukan untuk sekadar mengobrol ringan.

"Terkadang dia juga sengaja menelepon saat dia sedang stres karena pekerjaan dan katanya mengobrol denganku membuatnya rileks dan bahagia. Manis, bukan?" papar Anna yang juga mengatakan bahwa Riaan kerap membuatnya tertawa. Anna dan Riaan pun bisa mengobrolkan banyak hal, mulai dari hal-hal konyol sampai hal-hal yang serius.

Dia Hanya Teman yang Baik, Tidak Lebih

Ilustrasi./(Copyright: Pexels.com/Inna Lesyk)
Ilustrasi./(Copyright: Pexels.com/Inna Lesyk)

Anna mengatakan bahwa Riaan adalah orang yang jujur. Riaan tipe orang yang pandai bicara sekaligus pendengar yang baik. Riaan juga tipe orang yang humoris. Menyenangkan bisa bersamanya. Namun, Anna hanya menganggapnya sebagai teman. Tidak lebih dari itu.

"Kejujuran dan kemampuannya untuk mengobrol dengan terbuka adalah alasan kami tetap menjadi teman setelah aku harus bilang padanya bahwa kami tidak akan bisa memiliki masa depan bersama," kata Anna. Ya, Riaan menyukai Anna, tapi Anna merasa tak bisa bersamanya. Karena masalah itu keduanya sempat tidak bicara selama sebulan.

Pada akhirnya, Anna dan Riaan masih berteman baik. Hanya saja kali ini, Riaan lebih jaga jarak. "Dia tak mau menempatkanku pada situasi tak nyaman yang membuatku kesulitan untuk bereaksi. Itu satu dari banyak hal yang aku kagui darinya. Dia pria sejati dan tahu batas-batasnya. Dan setelah satu tahun mengenalnya dan mengetahui perasaannya, sekarang aku tahu dia tak pernah menjadi milikku, taip aku merasa ini bentuk cinta yang paling tulus," tutup Anna mengakhiri ceritanya.

#ElevateWomen