Harapan Ifan Seventeen di Akhir 2020

Ichsan Suhendra
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pada Akhir Oktober 2020, sebagian besar bioskop di Tanah Air mulai kembali beroperasi. Berbagai film sudah mulai bisa disaksikan untuk membangkitkan semangat penonton dalam negeri, salah satunya film berjudul Kemarin.

Film yang tayang sejak 3 Desember 2020 itu menceritakan mengenai perjalanan band Seventeen. Sejak hari perdana penayangannya, film itu cukup dinikmati oleh masyarakat.

Menurut pihak rumah produksi, hal ini sebagai bukti masyarakat sudah kembali percaya untuk menonton di bioskop. Hal tersebut tidak terlepas dari protokol kesehatan yang ketat dilakukan setiap bioskop.

Mulai dari kewajiban mengenakan masker, pemeriksaan suhu tubuh sampai jarak yang diatur saat berada di dalam teater. Ifan berharap hal baik ini akan terus berlanjut.

“Saya berharap film Kemarin bisa menjadi titik balik penonton film Indonesia kembali ke bioskop,” ujar Ifan dalam keterangan tertulis kepada media, Jumat, 4 Desember 2020.

Hal senada juga disampikan Dendi Reynando sebagai produser film Kemarin, sekaligus yang juga CEO Mahakarya Pictures. Dendi sebelumnya telah merilis Film Surau dan Silek juga Liam Laila. Ia melihat hal ini ke arah kembalinya geliat industri film.

“Bagaimana pun juga sudah lebih dari 6 bulan bioskop ditutup dan tentunya tidak ada ekonomi berputar dalam industri tersebut,” ujar Dendi.

Film Kemarin merupakan kisah dokudrama garapan sutradara Upie Guava. Ia mengemas perjalanan selama lebih dari 20 tahun karier band Seventeen.

Mulai dari bagaimana band ini terbentuk dan berjuang hingga mendapatkan tempat di hati banyak pecinta musik. Banyak fakta menarik yang belum diketahui sebelumnya dari band ini ikut dimunculkan.

Kisah memuncak saat 22 Desember 2018. Seventeen sedang di atas panggung menjadi pengisi acara gathering sebuah perusahaan di Tanjung Lesung, musibah datang.

Gelombang tsunami menyapu bersih area panggung dan penonton. Kejadian besar itu menyisakan duka. Tiga orang personel Seventeen berpulang yaitu alm Bani (bass), alm Herman (gitar) dan alm Andi (drum) begitu juga dengan 2 kru yaitu Ujang dan Oki serta istri dari Ifan Seventeen, Dylan Sahara.

Film ini diharapkan akan menjadi pengingat bagi siapa saja tentang pentingnya arti sebuah perjuangan dan persahabatan. Tentang bagaimana sahabat dan keluarga bersama selamanya hingga ajal memisahkan.