Harapan menuju endemi, Sumsel tuntaskan vaksinasi COVID-19

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah 17 kabupaten dan kota berupaya menuntaskan pelayanan vaksinasi COVID-19 untuk mengoptimalkan kekebalan komunal dari penularan virus Corona.

Realisasi pelayanan vaksinasi di wilayah provinsi ini sudah cukup besar, namun belum mencapai target yang ditetapkan sekitar 6,3 juta jiwa.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel hingga Juni 2022 di wilayah provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu realisasi vaksinasi dosis pertama telah mencapai sekitar 84 persen dan vaksinasi dosis kedua mencapai 67 persen dari target 6,3 juta jiwa.

Sedangkan realisasi vaksinasi COVID-19 dosis ketiga/penguat (booster) masih 15 persen atau baru menjangkau sekitar 790 ribu jiwa.

Khusus di Kota Palembang, Ibu Kota Provinsi Sumsel, berdasarkan data realisasi vaksinasi dosis pertama hingga Juni 2022 ini telah mencapai di atas 1,1 juta jiwa atau 86 persen dari total target sasaran 1.4 juta jiwa.

Sementara pelayanan vaksinasi COVID-19 dosis kedua di wilayah 18 kecamatan dalam Kota Palembang telah mencapai sekitar 72 persen, sedangkan vaksinasi 'booster' masih rendah sekitar 23 persen
dari target 1,4 juta jiwa.

Pelayanan vaksinasi COVID-19 untuk dosis pertama dan kedua diupayakan segera tuntas dalam beberapa bulan ke depan, sehingga tim vaksinator/petugas penyuntik vaksin bisa lebih fokus melayani vaksinasi penguat atau dosis ketiga.

Dengan capaian vaksinasi tersebut dan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang cukup ketat, kasus penularan COVID-19 bisa dikendalikan atau ditekan seminimal mungkin.

Kepala Dinkes Sumsel Lesty Nuaraini menjelaskan kasus positif COVID-19 bisa dikendalikan dengan baik, terbukti sekarang ini hanya ditemukan 18 orang terinfeksi COVID-19 di sejumlah kabupaten dan kota.

Kasus positif COVID-19 itu diharapkan bisa terus diminimalkan bahkan bisa mencapai zero atau nol.

Melihat fakta masih adanya kasus positif tersebut, masyarakat diimbau terus meningkatkan kewaspadaan dari ancaman penularan virus corona itu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, terutama di area publik.

"Pandemi COVID-19 belum berakhir, jika masyarakat mengendurkan protokol kesehatan, maka dikhawatirkan akan terjadi lonjakan kasus positif yang saat ini sudah bisa dikendalikan dengan baik," katanya.

Selain mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, Dinkes juga berupaya memberikan perlindungan masyarakat dengan vaksinasi lengkap, yakni dosis pertama dan kedua serta penguat (booster).

Untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19, upaya yang telah terbukti cukup efektif dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan memberikan vaksinasi kepada masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia (lansia) akan ditingkatkan.

Guna memberikan kekebalan komunal secara optimal, pihaknya berupaya menuntaskan pelayanan vaksinasi dosis pertama dan kedua dan meningkatkan pelayanan vaksinasi booster.

Bagi masyarakat yang hingga kini masih belum divaksin diimbau untuk segera mengikuti pelayanan vaksinasi di fasilitas kesehatan dan sentra pelayanan vaksinasi massal yang diselenggarakan jajaran Dinas Kesehatan, TNI, Polri, dan instansi lainnya.

Bersama wujudkan endemi

Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda mengimbau warga di Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan itu tidak berlebihan menyikapi pelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) karena sekarang ini masih dalam kondisi pandemi COVID-19.

Dalam masa PPKM Level I sekarang ini hampir tidak ada lagi pembatasan aktivitas masyarakat seperti pengunjung mal sudah dibolehkan 100 persen. Namun, warga kota diminta tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) agar kasus positif COVID-19 tidak kembali melonjak dan pandemi bisa segera berubah menjadi endemi.

Kasus COVID-19 dalam beberapa bulan terakhir bisa terus ditekan bahkan akhir-akhir ini tidak terdeteksi lagi kasus baru.

Kondisi tersebut diharapkan bisa dipertahankan sehingga dapat mendukung daerah berjuluk "Bumi Sriwijaya" ini segera mewujudkan status endemi.

Selain mengimbau warga untuk tetap disiplin prokes, untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19 dan mengoptimalkan kekebalan komunal, pihaknya terus berupaya menuntaskan vaksinasi dosis pertama dan kedua serta mempercepat pelayanan vaksinasi dosis ketiga/penguat (booster).

"Untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 perlu dilakukan perlindungan maksimal kepada masyarakat dengan vaksinasi lengkap dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Fitrianti Agustinda .

Tetap terapkan prokes

Sementara Kepala Dinkes Sumsel Lesty Nuraini mengajak masyarakat di 17 kabupaten dan kota dalam provinsi setempat wujudkan kondisi pengendalian penularan COVID-19 yang lebih baik sehingga pandemi bisa menjadi endemi.

Untuk mewujudkan endemi COVID-19, masyarakat diimbau tetap menerapkan prokes dengan disiplin, mengikuti vaksinasi lengkap dan penguat (booster), serta mempertahankan posisi PPKM Level I.

Sesuai Inmendagri 30/2022, semua daerah di Sumsel saat ini sudah level 1 terhitung sejak 7 Juni 2022, posisi yang cukup baik itu diharapkan bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan kualitasnya.

Posisi PPKM Level I yang menerapkan kebijakan memberikan kelonggaran aktivitas masyarakat, harus disikapi dengan bijak dengan tetap melakukan prokes dan tindakan antisipasi penularan COVID-19 yang telah berjalan dengan baik dan terbukti bisa meminimalkan angka kasus positifnya.

“Semua pihak dan lapisan masyarakat diharapkan bisa mempertahankan kondisi ini dengan tetap menjaga protokol kesehatan antisipasi COVID-19 hingga Sumsel benar-benar dinyatakan endemi,” katanya

Dalam kondisi masih pandemi COVID-19 sekarang ini, prokes dan vaksinasi merupakan cara yang cukup efektif untuk mencegah penyebarluasan penyakit yang disebabkan virus Corona itu.

Untuk mempercepat pelayanan vaksinasi COVID-19 guna menciptakan kekebalan komunal secara optimal, pihaknya bersama jajaran Dinas Kesehatan menggandeng TNI/Polri dan instansi terkait menggelar pelayanan vaksinasi massal.

Harapannya, dengan semua langkah yang dilakuka tersebut pandemi COVID-19 di Sumsel dan provinsi lain di Tanah Air yang dua tahun terakhir mengganggu berbagai aktivitas masyarakat dan ekonomi bisa terus terkendali sehingga pemerintah dapat segera menetapkan status endemi serta kehidupan berjalan normal kembali.

Baca juga: Capaian vaksinasi COVID-19 lansia Sumsel 70 persen

Baca juga: Pemprov Sumsel minta pemda percepat vaksinasi cegah vaksin terbuang

Baca juga: 25.000 warga OKU Sumsel sudah divaksin COVID-19 dosis ketiga

Baca juga: 5 kasus meninggal karena COVID-19 di Sumsel belum vaksinasi lengkap

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel