Harapan Pelaku Wisata di Bali Setelah KTT G20

Merdeka.com - Merdeka.com - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali telah usai. Peningkatan jumlah turis menjadi harapan utama para pelaku industri wisata Bali.

Public Relation Uluwatu, Nyoman Adi Ardika menyampaikan, selama persiapan KTT G20 berlangsung, jumlah pengunjung Uluwatu dan pertunjukan Tari Kecak mengalami penurunan. Rerata, pengunjung Pura Uluwatu mencapai 1.200 orang.

Namun saat diberlakukan kebijakan ganjil genap, jumlah wisatawan mengalami sedikit penurunan menjadi sekitar 1.000 pengunjung saja. Penurunan jumlah pengunjung juga berdampak terhadap jam pertunjukan Tari Kecak.

Nyoman Adi menuturkan, jika pengunjung melebihi 1.000 orang maka pertunjukan Tari Kecak dilakukan sebanyak 2 kali. Dan selama persiapan KTT G20 di Bali yang digelar 15-16 November, pertunjukan hanya satu kali dilakukan.

Dia mafhum jika kebijakan ganjil genap berdampak terhadap penurunan jumlah pengunjung. Terpenting dari itu, popularitas wisata di Bali sepatutnya terus meluas usai KTT G20.

"Sebelumnya kita hampir (tampil) sehari dua kali, tapi dengan adanya G20 tentunya ada akses ke sini dibatasi, salah satunya karena ganjil genap. Kami maklum dan semoga mudah-mudahan setelah G20 ke Bali meningkat," ujar Nyoman Adi, dikutip pada Kamis (17/11).

Berkurangnya pengunjung Uluwatu dan penonton Tari Kecak memang cukup disayangkan. Namun, dia berkilas balik kondisi saat ini tidak lebih buruk di saat pembatasan jumlah pengunjung akibat pandemi Covid-19.

Teringat saat itu penonton Tari Kecak hanya sekitar 50 orang saja. Bahkan penampil harus memakai masker atau face shield untuk menerapkan protokol penularan Covid-19. Meski berat, kondisi tersebut bisa dilewati dan telah menuju normal.

"Kami bersyukur, berterima kasih disupport oleh pengunjung dari luar Bali, mereka 70 persen yang nonton adalah orang kita. Bahkan yang lokal itu sudah nonton sampai 10 kali," ungkapnya.

Nyoman Adi juga berharap kebangkitan industri pariwisata tidak hanya terjadi di Bali namun juga seluruh destinasi wisata Indonesia.

"Mudah-mudahan tidak hanya di Bali karena di Bali kan kita ada chain ada space untuk mementaskan pertunjukkan kita," imbuhnya. [ray]