Harga 3 Komoditas di Jakarta Ini Naik Jelang Tahun Baru 2022

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta, Onny Widjanarko menyampaikan perkembangan inflasi di Ibu Kota relatif terjaga dan lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, atau tercatat sebesar 0,4 persen (mtm), atau sebesar 1,34 persen (yoy) pada November 2021.

"Secara kumulatif, inflasi Jakarta sampai dengan November 2021 tercatat sebesar 1,08% (ytd) lebih rendah dari periode yang sama tahun 2020 yaitu 1,32% (ytd)," kata Onny dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/12/2021).

Menurut dia, inflasi indeks harga konsumen (IHK) bersumber dari kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran, dan perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga.

Sebagian besar harga sejumlah komoditas di Jakarta mengalami kenaikan, yakni pada kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau, disusul oleh kelompok transportasi.

"Masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan pembelian bahan pangan melebihi dari kebutuhan normal untuk mengantisipasi kebutuhan pada saat Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022," ucapnya.

Lanjut dia, sejumlah langkah antisipasi telah dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta untuk mengantisipasi kenaikan harga tiga komoditas tersebut, yakni dengan menerapkan stok manajemen yang baik.

"Dalam rangka mendorong efektivitas dan optimalisasi dalam pengendalian harga dan menjaga kecukupan pasokan, BUMD pangan dalam memperluas kerja sama perdagangan antarwilayah menjadi model bisnis utama TPID DKI Jakarta," jelas dia.

Pemprov DKI Cek Harga dan Stok Pangan di Pasar

Pedagang menata telur di pasar, Jakarta, Jumat (6/10). Dari data BPS inflasi pada September 2017 sebesar 0,13 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan signifikan karena sebelumnya di Agustus 2017 deflasi 0,07 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pedagang menata telur di pasar, Jakarta, Jumat (6/10). Dari data BPS inflasi pada September 2017 sebesar 0,13 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan signifikan karena sebelumnya di Agustus 2017 deflasi 0,07 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta Sri Haryati mengaku telah berkeliling ke pedagang pasar untuk mengecek harga dan stok pangan, terutama produk yang mempengaruhi inflasi.

"Secara keseluruhan kami memonitoring beberapa produk mulai dari cabai merah, cabai keriting, cabai rawit, bawang dan beberapa produk lainnya," ucapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel