Harga Aset Kripto 13 Januari 2022: Bitcoin dan Ethereum Terus Meroket

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin, Ethereum dan jajaran aset kripto teratas lainnya kembali meroket cukup tinggi pada Kamis pagi. Sebagian besar aset kripto yang pada sesi perdagangan hari sebelumnya melemah, akhirnya berhasil kembali menguat dengan peningkatan yang cukup besar.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis pagi (13/1/2022), Bitcoin (BTC) berhasil menguat dalam satu hari terakhir sebesar 2,87 persen.dan 1,49 persen dalam sepekan. Dengan begitu, harga BTC kembali bergerak naik yang saat ini berada di level US$43.894,53 per koin atau setara Rp 627,5 juta (asumsi kurs Rp 14.297 per dolar AS).

Penguatan juga dialami oleh Ethereum (ETH) sebagai aset kripto terbesar kedua setelah BTC berdasarkan marketcapnya. ETH menguat sebesar 4,72 persen dalam satu hari terakhir, tetapi masih melemah 3,23 persen dalam sepekan. Hingga saat ini, ETH berada di level USD 3.379,67 per koin.

Selanjutnya, Binance coin (BNB) yang juga ikut meroket sebesar 5,91 persen dalam 24 jam terakhir dan 5,01 persen dalam sepekan. Hal itu membuat BNB berada di level USD 487,55 per koin.

Solana (SOL) juga menguat dalam satu hari terakhir sebesar 8,54 persen dan dalam sepekan sebesar 2,86 persen. Saat ini harga SOL berada di level USD 153,57 per koinnya.

Sama seperti hari sebelumnya, untuk stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC) masih stabil di level USD 1,00 per koin.

Mayoritas aset kripto jajaran teratas, pada sesi perdagangan Kamis pagi, 13 Januari 2022 meroket. Bangkitnya harga kripto sejalan dengan pernyataan Ketua Bank Sentral AS, Jerome Powell yang masih memperdebatkan pendekatan untuk mengurangi neraca Fed.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Prediksi Harga Ethereum pada 13 Januari 2022

Ilustrasi cryptocurrency Ethereum. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Ilustrasi cryptocurrency Ethereum. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Sebelumnya, harga Bitcoin, Ethereum dan beberapa aset kripto berkapitalisasi pasar besar lainnya kembali bangkit Rabu, (12/1/2022). Salah satu penyebabnya adalah kesaksian Ketua Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell yang mengisyaratkan sementara the Fed akan menormalkan kebijakan moneternya.

Powell belum membuat keputusan untuk mengurangi neraca hampir USD 9 triliun dan kondusifnya keamanan di Kazakhstan setelah kerusuhan berdarah yang terjadi minggu kemarin.

Bangkitnya harga kripto sejalan dengan pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, Powell yang masih memperdebatkan pendekatan untuk mengurangi neraca Fed mengatakan kadang-kadang perlu dua, tiga atau empat pertemuan bagi mereka untuk membuat keputusan seperti itu.

Analis menyebutkan, keseluruhan pesan yang disampaikan Powell pada Selasa masih kurang hawkish daripada yang diperkirakan beberapa investor, mengingat komentar baru-baru ini dari beberapa pembicara the Fed lainnya.

Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic mengatakan pada Senin, 10 Januari 2022, inflasi tinggi dan pemulihan yang kuat membutuhkan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga setidaknya tiga kali tahun ini, yang akan dimulai setelah Maret, dan menjamin ikhtisar cepat kepemilikan aset Fed untuk menarik kelebihan uang tunai dari sistem keuangan.

"Powell menentang komentar hawkish dari orang lain di komite penetapan suku bunga Fed, menunjukkan bahwa keputusan pengetatan kuantitatif akan datang dalam dua hingga empat pertemuan berikutnya, dengan obligasi diizinkan untuk bergulir secara organik sehingga pelaku pasar kembali masuk pasar, salah satunya Kripto," kata Public Relation Manager Litedex Protocol , David Saragih dalam catatannya, Rabu, 12 Januari 2022.

Adapun kondisi keamanan di Kazakhstan yang semakin kondusif paska kerusuhan di ibu kota, ikut menenangkan para investor kripto sehingga menarik investor kembali masuk ke pasar.

Sebelumnya, pemadaman internet secara nasional di Kazakhstan saat kerusuhan telah melumpuhkan hampir seperlima penambang bitcoin dunia. Sejumlah besar penambang memang telah bermigrasi ke negara Asia Tengah ini dari Cina pada tahun lalu.

“Bitcoin bergantung pada jaringan komputer yang kompleks yang dikenal sebagai penambang. Mereka yang bekerja dengan cara menyelesaikan problem-problem matematika untuk mendapatkan setiap bitcoin tersebut mengkonsumsi sejumlah besar listrik. Tapi, tanpa adanya koneksi internet, seluruh prosesnya itu tak bergerak," kata David menambahkan.

Prediksi

Bitcoin - Image by Allan Lau from Pixabay
Bitcoin - Image by Allan Lau from Pixabay

Berdasarkan data dari coinmarketcap.com, BNB meroket 9,80 persen dalam semalam ke level USD 463,69 per keping. Namun, dalam sepekan terakhir ini, BNB merosot turun 9,40 persen.

Sementara polkadot merangkak naik 8,26 persen dalam 24 jam terakhir setelah jatuh 11,97 persen dalam sepekan terakhir. Saat ini, polkadot dibanderol USD 25,66 per keping.

Ethereum, kripto dengan kapitalisasi pasar kedua terbesar setelah Bitcoin pun meningkat 5,45 persen menjadi USD 3.236 per keping.

Ethereum menghijau setelah meradang 14,95 persen dalam sepekan. Selanjutnya, Terra dan XRP tumbuh masing-masing 5,47 persen dan 4,65 persen menjadi USD 73,08 per keping dan USD 0,7716 per keping. Keduanya sempat meradang pekan lalu.

Kemudian, Bitcoin meningkat 2,27 persen menjadi USD 42.679 per koin. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini sudah jatuh 7,68 persen dalam tujuh hari terakhir.

Dalam perdagangan Rabu sore ini, Ethereum di platform Litedex Protocol pada jam 15.00 WIB, menguat di harga USD 3.222.42 (+2,96 persen) dengan volume transaksi sebesar US$15,28 miliar dengan kapitalisasi pasar USD 383,42 miliar.

Sedangkan untuk perdagangan Kamis, 13 Januari 2022, Ethereum kemungkinan akan dibuka fluktuatif, tetapi ditutup menguat di kisaran USD 3.200.30-USD 3.410.50.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel