Harga Aset Kripto Ethereum Berpotensi Menguat pada 15 Januari 2022

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto berkapitalisasi pasar besar lainnya kembali melemah dalam perdagangan, Jumat, (14/1/202). Hal ini disebabkan oleh investor yang memangkas posisi beli karena bertaruh beberapa kenaikan suku bunga AS sepenuhnya diperhitungkan pada 2022.

Di sisi lain, saat krisis politik mengancam posisi Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, ada keyakinan terhadap ekonomi Inggris yang dapat menahan wabah COVID-19 terbaru serta Bank of England yang dapat menaikkan suku bunga mulai Februari 2022 telah menopang pound.

Sementara itu, suku bunga berjangka AS telah mengunci empat kenaikan suku bunga pada tahun 2022, didukung oleh pejabat The Federal Reserve (the Fed) dan calon wakil ketua, Lael Brainard.

"Investor kripto tampaknya mengisyaratkan bahwa mengakhiri pelonggaran kuantitatif, menaikkan suku bunga empat kali, dan memulai pengetatan kuantitatif semuanya dalam waktu sembilan bulan begitu agresif sehingga akan membatasi ruang lingkup untuk kenaikan lebih jauh," kata Public Relation Manager Litedex Protocol, David Saragih dalam catatannya, Jumat (14/1/2022).

"Ini sebenarnya telah memperkuat keyakinan bahwa dana puncak Fed akan berada di bawah 2 persen . Apa yang bisa mengubah ini?," David menambahkan.

Ia menuturkan, perlu melihat data ekonomi yang meyakinkan pasar akan pertumbuhan yang lebih kuat. Itu bisa melihat pemikiran pada tingkat suku bunga fed fund terminal. bergeser lebih tinggi. Itu akan menjadi katalis untuk penguatan kripto ke depannya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Harga Aset Kripto

Perkembangan pasar aset kripto di Indonesia. foto: istimewa
Perkembangan pasar aset kripto di Indonesia. foto: istimewa

Berdasarkan data dari coinmarketcap.com, Ethereum (ETH) melandai 2,4 persen menjadi USD 3.264,1 per keping. Selama sepekan ini, ethereum meradang 3,77 persen.

Adapun, Binance coin (BNB) turun 0,3 persen dibandingkan perdagangan sehari sebelum menjadi USD 479,18. Namun, tujuh hari ini BNB masih menguat 1,7 persen.

Selain itu, aset Bitcoin sebagai kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar juga kembali melemah 2,32 persen selama 24 jam terakhir menjadi USD 42.596,8 per keping. Sedangkan sepekan ini BTC turun 0,91 persen.

Selanjutnya, Solana (SOL) yang melemah 1,3 persen menjadi USD 147,65 per koin. Sedangkan sepekan ini solana menguat 0,28 persen. Kemudian, aset Cardano (ADA) rontok nyaris 7 persen menjadi USD 1,24. Dalam sepekan Cardano terkoreksi 1,93 persen.

Sementara itu, aset Ripple (XRP) anjlok 2,69 persen menjadi USD 0,7712 per keping. Sepekan ini XRP tercatat melemah 0,25 persen. Aset Terra (LUNA) juga ikut melemah dan Polkadot (DOT) masing-masing turun 0,75 persen dan 0,44 persen menjadi USD 79,46 dan USD 26,73 secara berturut-turut.

Sebaliknya, aset Dogecoin (DOGE) reli sebesar 8,02 persen menjadi USD 0,1771 per keping. Sepekan ini koin bergambar anjing shiba inu tersebut terbang 11,4 persen. Adapun untuk Stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD coin (USDC) stabil di posisi USD 1 per keping.

Secara rata-rata, aset kripto melemah 1,84 persen dibandingkan hari sebelumnya. Saat ini, kapitalisasi pasar kripto senilai USD 2,03 triliun.

Dalam perdagangan sore ini, Ethereum di platform Litedex Protocol pada 15.00 WIB, melemah di harga USD 3.271.58.34 (-2,10 persen) dengan volume transaksi sebesar USD 15,35 miliar dengan kapitalisasi pasar USD 392,43 miliar.

Prediksi 15 Januari 2022

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Sedangkan untuk perdagangan Sabtu, 15 Januari 2022, Ethereum kemungkinan dibuka fluktuatif tetapi ditutup menguat di kisaran USD 3.230.30 hingga USD 3.350.50.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel