Harga Aset Kripto Hari Ini: Ethereum Memimpin Kenaikan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa peringkat teratas cryptocurrency dalam kurun waktu 24 jam terakhir, menunjukkan pergerakan harga yang yang cukup baik. Mayoritas aset kripto menguat cukup signifikan atau berada dalam zona hijau.

Berdasarkan pantauan data dari Coinmarketcap, Rabu (5/1/2022), penguatan tertinggi dalam jajaran cryptocurrency teratas diamankan oleh Ethereum (ETH) dengan penguatan 1,89 persen dalam 24 jam terakhir ke level USD 3.815,15. Selain itu, rekam jejaknya dalam 7 hari terakhir juga memberikan hasil baik dengan penguatan sebesar 0,1o persen.

Berdasarkan kinerja tersebut, Ethereum berhasil mengalahkan Bitcoin (BTC) dalam kurun waktu 24 jam dan 7 hari terakhir.

Bitcoin per hari ini telah mengalami sedikit penguatan sebesar 0,09 persen ke level USD 46.409,95 atau sekitar Rp 666,76 juta (asumsi kurs Rp 14.367 per dolar AS), sedangkan dalam 7 hari terakhir masih berada di zona merah yang melemah sebesar 3,18 persen.

Menyusul Ethereum yang berada di posisi pertama, pada posisi kedua ada cardano (ADA) yang menguat 1,31 persen ke posisi USD 1,33 per koin. Namun, dalam seminggu ADA masih melemah 6,50 persen.

Selanjutnya penguatan ketiga dipegang oleh Binance coin (BNB) yang menguat 0,59 persen ke level USD 511.88 per koin. Meskipun begitu BNB dalam waktu 7 hari terakhir masih melemah sebesar 4,89 persen.

Tidak ketinggalan XRP yang juga ikut menguat di hari ini dengan peningkatan sebesar 0,23 persen ke level USD 0,83 harga per koinnya. Secara keseluruhan, mayoritas jajaran cryptocurrency mengalami penguatan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bitcoin dan Ethereum Berada di Zona Merah pada 4 Januari 2022

Bitcoin - Image by VIN JD from Pixabay
Bitcoin - Image by VIN JD from Pixabay

Sebelumnya, Bitcoin dan Ethereum serta beberapa kripto berkapitalisasi pasar utama lainnya sedang berada di zona merah pada Selasa, 4 Januari 2022. Hal tersebut disebabkan ada lonjakan imbal hasil Treasury Amerika Serikat (AS) pada Senin malam 3 Januari 2022.

Kenaikan imbal hasil surat berharga AS itu karena para pedagang bertaruh pada kenaikan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS meskipun kasus COVID-19 melonjak.

Selain itu, hal ini juga disebabkan oleh beberapa investor yang cenderung beralih ke pasar saham karena optimisme pasar akan pemulihan ekonomi pada 2022.

Sebelumnya, pasar kripto telah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga AS pertama pada Mei 2022, dan kedua pada akhir tahun 2022.

Chief Technology Officer Litedex Protocol, Aji M Iqbal menuturkan, peningkatan suku bunga AS cukup berpengaruh dapat menjadi ancaman bagi cryptocurrency atau aset kripto.

"Pasar menilai skenario kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif atau setidaknya risikonya pada tahun 2022, dan itu pasti tetap menjadi ancaman bagi aset Kripto yang saat ini sedang digandrungi oleh para Investor, meskipun Covid-19 varian Omicron terus menyebar," ujar Iqbal dikutip dari keterangan tertulis, Selasa pekan ini.

Selain itu, lonjakan kasus yang disebabkan oleh varian Omicron sangat berdampak pada perjalanan secara global dan layanan publik, serta menunda pembukaan beberapa sekolah di AS setelah liburan. Namun, investor tetap optimistis penguncian bisa dihindari.

Selanjutnya

Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay
Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay

Mengutip Coinmarketcap Selasa, 4 Januari 2022, harga cardano berada di level USD 1,31 per keping, dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar USD 43,77 miliar. Jika diamati, dalam sepekan terakhir, harga cardano melemah hingga 8,28 persen.

Aset kripto yang melemah lainnya adalah bitcoin (BTC) sebesar 1,98 persen dalam 24 jam terakhir ke level USD 46.119 per keping. Kemudian, ethereum (ETH) terkoreksi 1,99 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$3.725 per keping.

Binance coin (BNB) juga turun 3,79 persen dalam 24 jam terakhir menjadi USD 506,03 per keping. Solana (SOL) turut mengalami pelemahan sebesar 1,76 persen dalam 24 jam terakhir ke harga USD 167,75 per keping. Aset kripto itu juga terkoreksi 11,74 persen dalam sepekan terakhir.

Adapun, Ripple (XRP) yang turun hingga 2,84 persen dalam 24 jam terakhir menjadi USD 0,82 per keping. Diikuti dengan Terra (LUNA) yang melemah 4,15 persen dalam 24 jam terakhir ke level USD 87,05 per keping.

Hingga perdagangan sore ini, Ethereum di platform Litedex protocol pada jam 15.00 WIB, melemah di harga USD 3.753.70 (-1,22 persen) dengan volume transaksi sebesar USD 12,33 miliar dan kapitalisasi pasar USD 447,41 Miliar.

Sedangkan untuk perdagangan Rabu, 5 Januari 2022, Ethereum akan dibuka fluktuatif namun ditutup melemah di kisaran USD 3.650.30 - USD 3.896.50.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel