Harga Ayam DKI Naik Lagi di Iduladha, Tertinggi Rp 55.000/Ekor di Pasar Pondok Labu

Merdeka.com - Merdeka.com - Harga daging ayam broiler/ras di wilayah DKI Jakarta kembali meroket memasuki perayaan Iduladha 1443 H yang jatuh pada Minggu (10/7). Melansir dari laman infopangan. jakarta.go.id, harga pangan tinggi protein tersebut di pasar Pondok Labu mencapai Rp 55.000 per ekor.

Padahal satu pekan sebelumnya, Merdeka.com mencatat, harga ayam di Pasar PSPT Tebet Timur mulai turun menjadi Rp37 ribu per kg dari Rp45 ribu per kg.

"Harga tertinggi Rp 55.000 per ekor di Pasar Pondok Labu," tulis infopangan.jakarta.go.id, dikutip Minggu (10/7).

Selain daging ayam, harga telur ayam di wilayah DKI Jakarta saat ini juga berangsur-angsur naik. Saat ini harga telur ayam di jual Rata-rata Rp28.250 per kg. Atau naik Rp26 per kg.

Tercatat, harga tertinggi bahan pangan tinggi protein tersebut berada di Pasar Anyer Bahari Rp 30 ribu per kg dan harga terendah berada di Pasar Senen Rp27 ribu per kg.

Harga Daging Ayam Berangsur Turun Sepekan Jelang Iduladha

ayam berangsur turun sepekan jelang iduladha
ayam berangsur turun sepekan jelang iduladha.jpg

Sebelumnya, harga daging ayam di Pasar PSPT Tebet, Jakarta Selatan berangsur-angsur menurun menjelang perayaan Idul Adha 2022. Saat ini, harga pangan tinggi protein tersebut dibanderol Rp37 ribu per kilogram dari Rp45 ribu per kilogram.

"Rp45.000 itu saat lebaran Idulfitri kemarin, sekarang turun," ujar seorang pedagang bernama Suharti (50) kepada Merdeka.com, Minggu (3/7).

Meski mengalami penurunan, Suharti mengaku harga ayam saat ini masih tergolong tinggi. Sebab, saat normal harga ayam di banderol Rp28.000 - Rp29.000 per kilo.

Akibat situasi tersebut,sejumlah pelanggan masih kerap mengeluhkan tingginya harga daging ayam dibandingkan situasi normal. Mengingat, konsumen masih dibebani kenaikan harga pangan lainnya. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel