Harga bahan pokok di Pasar Slipi naik menjelang Lebaran

·Bacaan 1 menit

Harga beberapa bahan pokok seperti bawang merah, bawang putih dan cabai keriting di Pasar Slipi, Jakarta Barat, naik menjelang Lebaran.

Sri selaku pedagang bawang di Pasar Slipi mengatakan, tiga bahan pokok itu naik di kisaran Rp15.000 rupiah per kilogram (kg).

"Yang naik itu bawang merah, bawang putih sama cabai keriting. Naiknya sampai Rp15.000 mas," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Untuk harga bawang putih yang semula berkisar Rp28.000 per kilogram sekarang mencapai Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

Harga bawang merah yang semula Rp30.000 per kilogram kini menjadi Rp45.000 sampai Rp50.000 per kilogram.

Sedangkan cabai keriting yang semula kisaran Rp30.000 per kilogram sekarang menjadi Rp45.000 per kilogram.

"Kenaikannya mulai bulan lalu, naiknya perlahan," kata dia.

Baca juga: Harga daging sapi di Pasar Slipi kembali naik pada H-7 Lebaran
Baca juga: Pengelola Pasar Slipi pastikan stok minyak goreng subsidi terjaga

Sri mengatakan, naiknya bahan pokok sudah terjadi sejak di Pasar Induk Kramatjati Jakarta. Kenaikannya per kilogramnya bisa mencapai Rp10.000 sampai Rp15.000.

Walau bahan pokok terus naik, dia mengaku jumlah pembeli di tempatnya belum berkurang.
"Masih stabil pembelinya karena saya jual di pasar dan 'online' juga," kata dia.

Syawal, pedagang bahan pangan yang lain juga mengaku ada kenaikan harga barang dagangan yang dijual. Di antaranya yakni telur ayam negeri dan tepung terigu.

"Kalau telur itu naik Rp1.000 sampai Rp2.000 saja. Kemarin per kilogramnya Rp25.000 per kilogram sekarang jadi Rp27.000 kilogram," kata dia.

Harga tepung terigu yang semula Rp9.000 per kilogram kini mencapai Rp11.000 per kilogram. Syawal juga merasa tidak ada penurunan jumlah pembeli walau harga beberapa bahan pokok naik.

Walau demikian, Syawal berharap harga tidak naik lagi agar tidak memberitakan pembeli dan penjual.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel