Harga BBM di Indonesia Tak Bisa Dibandingkan dengan Malaysia

Merdeka.com - Merdeka.com - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia dan Malaysia tidak bisa dibandingkan begitu saja. Sebab, selain ada perbedaan komponen pembentuk harga di kedua negara, pemerintah Malaysia menerapkan subsidi besar-besaran. Sehingga harga BBM di sana bisa terus ditahan meskipun ada peningkatan harga minyak.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro mengungkapkan, pada dasarnya Pemerintah Malaysia juga memberikan subsidi bahan bakar sehingga harga bahan bakarnya juga tidak mengikuti skema pasar. Hanya saja, tujuan pemberian subsidinya berbeda dengan skema pemberian subsidi yang ada di Indonesia.

"Fokus Malaysia dengan kita (Indonesia) berbeda. Mereka fokus pertumbuhan sehingga memberikan subsidi yang besar," kata Komaidi di Jakarta, Rabu (7/9).

Menurut dia, informasi yang beredar di masyarakat terkait harga BBM di Malaysia yang lebih murah dibandingkan di tanah air harus bisa dijelaskan secara gamblang juga oleh pemerintah maupun Pertamina. Dengan begitu, isu yang berkembang di masyarakat tidak menjadi bola liar dan memperkeruh suasana.

"Kalau ada yang menyampaikan bahwa Malaysia tidak ada subsidi mungkin belum mendapat info lengkap. Semestinya hal-hal semacam ini dengan sederhana dijelaskan oleh pemerintah atau Pertamina," kata Komaidi.

Sebelumnya, harga Bahan Bakar Minyak di Indonesia dan Malaysia menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Tak heran harga yang diberikan oleh pemerintah Malaysia jauh lebih murah dibandingkan dengan Indonesia.

Dikutip dari globalpetrolprices, untuk jenis BBM RON 95 Malaysia sebesar USD0,456 atau setara Rp 6.810, sedangkan jenis BBM paling di Indonesia yakni Rp 10.000 itu pun untuk pertalite atau RON 90.

Namun demikian dikutip dari Loanstreet Malaysia, untuk harga BBM jenis RON 95 dibanderol dengan harga RM 2.05 atau setara Rp 6.795, sedangkan harga Ron 97 RM 4.30 atau Rp 14.253. Kemudian untuk jenis Diesel RM 2.15 atau Rp 7.126.

Sementara untuk harga jenis BBM Indonesia yakni Ron 90 atau Pertalite dibanderol Rp 10.000, Ron 92 atau Pertamax Rp 14.500, solar Rp 6.800, Ron 98 atau pertamax turbo Rp 15.900 hingga Rp 15.250 per liter, pertamina dex Rp 17.400-Rp 18.100 dan dexlite Rp 17.100-Rp 17.450 per liter.

Reporter Magang: Hana Tiara Hanifah [azz]