Harga BBM Mahal, Perusahaan Ekspedisi SiCepat Ekspres Beralih ke Kendaraan Listrik

Merdeka.com - Merdeka.com - Perusahaan ekspedisi, SiCepat Ekspres telah melakukan penyesuaian tarif pengiriman paket sebagai respons atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu. Penyesuaian tarif telah berlaku sejak 1 Oktober 2022.

Corporate Communication SiCepat, Mochamad Luqman Hakim mengatakan, komponen BBM untuk seluruh keperluan operasional SiCepat mencapai 30 persen. Sehingga diperlukan penyesuaian tarif untuk keberlanjutan bisnis. Namun agar tetap kompetitif, Sicepat telah memberikan voucher potongan ongkir sebesar Rp7.500 untuk setiap pengiriman SiCepat Ekspres melalui aplikasi Super Apps.

Meski begitu, Luqman menyampaikan kenaikan BBM tidak berdampak signifikan pada bisnis Sicepat, karena selain telah melakukan tarif, pihaknya juga telah melakukan migrasi ke motor listrik.

"Enggak terlalu signifikan dampaknya, karena kita sudah menyesuaikan tarif. Kedua kita juga sudah migrasi ke motor listrik," ujarnya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (1/11).

Dia menyampaikan, Sicepat telah bekerjasama dengan PT Volta yang berbasis di Semarang untuk menyediakan motor listrik untuk kebutuhan operasional kurir. Pihaknya telah melakukan pembelian 10.000 unit motor volta dan sepanjang tahun ini. Secara bertahap akan dilakukan migrasi dari motor bensin ke motor listrik.

Luqman menambahkan, untuk memudahkan kurir melakukan pengisian baterai pada motor listrik yang digunakan, Sicepat juga telah menyediakan stasiun penukaran baterai di setiap gerai yang ada.

"Jadi walaupun BBM naik, kita tetap hemat karena menggunakan sistem baterai dan biaya produksi juga tetap karena menggunakan perhitungan biaya listrik," lanjutnya.

Penghematan Rp9 Miliar

Kolaborasi SiCepat Ekspres dengan PT Volta Indonesia Semesta dalam pembelian 10.000 unit motor listrik disebut telah berhasil melakukan penghematan biaya bahan bakar sebesar 25 persen atau sekitar Rp9 miliar.

Kemudian dengan merujuk pada penelitian Department of Environment, Food and Rural Affairs yang berbasis di London, Inggris tentang emisi karbon yang dihasilkan oleh bahan bakar berjenis bensin adalah 2,33 kg per liter.

Maka, SiCepat Ekspres terhitung telah berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon lebih dari 12 ribu ton atau setara dengan 5,4 juta liter konsumsi BBM selama 6 bulan pemakaian.

Chief Marketing & Corporate Communication Officer SiCepat Ekspres, Wiwin Dewi Herawati menjelaskan, penyesuaian tarif perlu dilakukan untuk dapat menjaga kualitas layanan pengiriman SiCepat Ekspres. Selain itu, dengan SiCepat yang saat ini tengah gencar mengalihkan penggunaan kendaraan operasional dari konvensional menjadi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Dia menyebut, inovasi ini secara efektif dapat mengurangi ketergantungan SiCepat terhadap BBM. Menurutnya, di samping dapat menghemat biaya bahan bakar, penggunaan kendaraan ramah lingkungan ini juga sejalan dengan komitmen SiCepat untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mengurangi emisi karbon.

Reporter Magang: Hana Tiara Hanifah [idr]