Harga BBM Naik, Ada SPBU Tutup Sementara hingga Warga Mengeluh Mahal

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah Jakarta terpantau sempat ditutup sementara. Hal tersebut dilakukan pascapemerintah meresmikan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pantauan merdeka.com, Sabtu (3/9) pukul 14.45, SPBU di jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat sempat ditutup. Tampak juga listing harga di papan hologram SPBU juga telah dimatikan.

Salah seorang pengendara mobil yang hendak ingin mengisi bensin mengaku bingung. Karena SPBU yang dia datangi tiba-tiba tutup.

"Enggak tahu nih saya mau isi bensin tiba-tiba pomnya tutup," ungkap Fajar (24) saat ditanya wartawan.

Bahkan kata Fajar, dirinya baru tahu bahwasanya pemerintah telah menetapkan harga BBM yang baru. "Saya juga baru tahu kalau pemerintah naikin harga BBM," imbuhnya

Pada pukul 15.10 SPBU di Kemayoran tersebut dibuka kembali. Penutupan tersebut agar daftar harga dan jenis bensin yang ditetapkan pemerintah disesuaikan terlebih dahulu.

Sementara itu, seorang pengemudi ojek online (ojol), Hermawan mengaku kecewa dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Menurutnya, kenaikan dinilai tidak tepat saat kondisi pandemi.

"Enggaklah, semua pada naik. Tarif semuanya naik, apalagi kita 2 tahun lebih pandemi," ujarnya saat ditemui di SPBU 34-6511.

Dalam kenaikan ini, pemerintah berjanji akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600.000. Hermawan menegaskan, kalau bantuan itu dinilai tidak cukup bahkan salah sasaran.

"Yang dapat itu ya sekitar 70 persen orang dekat saja, kalau bagi saya ngontrak itu sulit diperhatikan," ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Rino. Harga baru sangat membebani masyarakat. "Harganya mahal, terus BLT juga enggak merata hanya orang tertentu yang dapat," kata Rino.

Kemudian, seorang pria terlihat kesal lantaran dirinya telah antre cukup lama untuk mendapatkan BBM. Namun, ketika dirinya ingin mengisi harga sudah berubah.

"Harusnya kita yang antre ini harga lama, percuma antre kalau kayak begini," tegas pria tersebut.

Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan harga BBM pada hari ini, Sabtu (3/9). Penyesuaian harga baru BBM dimulai pada pukul 14.30 WIB.

"Ini berlaku satu jam sejak saat diumumkannya penyesuaian harga ini jadi akan berlaku pada pukul pada 14.30 Waktu Indonesia Bagian Barat," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif saat konferensi Pers di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (3/9).

Berikut penyesuaian harga BBM bersubsidi yang berlaku satu jam sejak saat diumumkannya penyesuaian harga atau tepat pada 14.30 WIB.

A) Pertalite dari Rp7.650/liter menjadi Rp10.000 /liter
B) Solar bersubsidi dari Rp5.150/liter mejadi Rp6.800/liter
C) Pertamax non subsidi dari Rp12.500/liter menjadi Rp14.500/liter. [eko]