Harga BBM Naik, Tata Liem Tak Bisa Depankan Ego

KAPANLAGI.COM - Di mata Tata Liem, harga bahan bakar minyak sudah selayaknya naik. Pasalnya selama ini pemerintah telah lama menanggung subdisi dari BBM tersebut. Ia berharap subsidi kenaikan BBM dapat dipergunakan sebaik-baiknya.

“Bagi aku memang seharusnya BBM itu naik. Karena kasihan juga pemerintah karena terus menerus mensubsidi sementara yang merasakan itu adalah orang orang kaya. Kan, lebih bagus uang yang disubsidikan itu bisa membantu rakyat yang susah dan membutuhkan seperti kayak sekolah sekolah gratis, rumah sakit gratis atau murah untuk rakyat yang kurang mampu,” ujarnya kepada KapanLagi.com®, Jumat (21/6).

Tina With D'Girls Atur Strategi Buat Beli Bensin
BBM Naik, Lucky Hakim Berempati Pada Masyarakat
Fitri Carlina Ingin Kenaikan BBM Kurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi
Fifie Buntaran Dukung Kenaikan Harga BBM Bersubsidi
Ratna Listy Naikkan Honor Jika BBM Naik

Ia juga mengaku kendati kenaikan BBM mempengaruhi harga kebutuhan lain tetapi tetap tidak dapat mengedepankan ego demi kelangsungan hidup orang banyak. Bagi Tata, yang terpenting pemerintah bisa meratakan kesejahteraan masyarakat.

“Bertambah pada pengeluaran pastinya iya. Tapi yah mau dibilang apalagi? Karena kita tidak bisa ego juga, dan bagi aku yang terpenting merata saja lah kehidupan di Jakarta atau negara kita ini. Biar tidak ada lagi kesenjangan sosial di antara masyarakat,” jelasnya.

Disinggung apakah ia bakal beralih dalam pemakaian BBM untuk kendaraannya, Tata mengatakan tidak. Sebab kendaraan yang selama ini digunakan memakai bahan bakar jenis premium.

“Aku pakai premium saat ini karena mobilku selalu buat rute lokasi syuting yang lumayan jauh. Jadi aku pakai yang lebih murah saja apalagi aku juga tidak bisa nyetir dan selalu supirku yang bawa. Kalau ada hal yang penting saja aku pakai mobil,” imbuhnya. (kpl/dis/sjw)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.