Saat Harga BBM Subsidi Naik, Pemerintah Diminta Siapkan Ragam Bantuan ini

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah akan menyiapkan bantalan sosial untuk masyarakat apabila Bahan Bakar Minyak (BBM) naik. Kenaikan harga harus diambil karena semakin memberatkannya anggaran subsidi.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan sosial (Bansos) untuk masyarakat miskin saja. Tetapi, menurutnya, kelas menengah rentan yang jumlahnya mencapai 115 juta orang juga perlu dilindungi oleh dana kompensasi kenaikan harga BBM.

"Tidak bisa berhenti pada PKH atau BLT tapi para pekerja yang upah minimumnya cuma naik 1 persen perlu dibantu dengan skema subsidi upah," ucap Bhima, kepada Merdeka.com, Sabtu (27/8).

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pun perlu juga diberikan dana kompensasi. Misalnya dengan subsidi bunga KUR yang dinaikan dua kali lipat dan juga diberikan bantuan permodalan.

"Harga BBM bersubsidi naik, semua bisa kena dampaknya bahkan yang selama ini tidak menggunakan subsidi juga ikut kena inflasi," terangnya.

Permasalahan Bansos

rev3
rev3.jpg

Walaupun pemerintah akan memberikan bantuan sosial, Bhima menyadari akan adanya permasalahan yang terjadi seperti seberapa cepat pencairan bansos kompensasi BBM.

"Kalau harga BBM naik, tapi bansos baru dihitung, belum 100 persen cair maka efeknya sudah bisa menurunkan konsumsi rumah tangga," tutur Bhima.

"Bansos sering kali bermasalah soal pendataan dan kecepatan eksekusi. Misalnya BBM mau naik bulan September, maka bansos kompensasi idealnya akhir Agustus cair semua," tambahnya.

Sementara, menurut Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan setuju dengan adanya bantuan sosial atas naiknya harga BBM. Mamit pun mengatakan perlunya mendorong Tim Nasional Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) untuk terus memperbaiki data masyarakat.

"Data yang selalu tidak sinkron. saya TNP2K bisa terus berkoordinasi dengan aparat BUMN terkait seperti PLN yang memang melakukan update data terhadap konsumen yang berhak mendapatkan subsidi listrik," tegasnya. [bim]