Harga BBM Subsidi Naik Rp1.500: Ekonom: Kerugian Dampak Sekunder Capai Rp200T

INILAH.COM, Jakarta - Kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp1.500 per liter akan menyebabkan dampak sekunder dengan kerugian mencapai Rp200 triliun.

Ekonom Ahmad Erani Yustika menyatakan, kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp1.500 per liter akan mengerek inflasi bulanan hingga 10%. "Kenaikan angka premium Rp1.500 (per liter) bisa menyumbang inflasi berkisar 4 persen sampai 5 persen. Untuk angka inflasi dari kenaikan ini bisa mencapai 9 persen hingga 10 persen. Untuk ke angka 8,5 persen saja sudah sangat bagus," ujarnya di Jakarta, Rabu (15/2/2012).

Menurut Ahmad Erani, dengan adanya kenaikan tersebut maka pemerintah akan bisa mengantongi dana penghematan anggaran Rp50-60 trilun dalam APBN 2012. Namun akan memicu dampak sekunder seperti kenaikan biaya angkut dan tarif transportasi, hingga Rp200 triliun. "Secara keseluruhan memang menyelamatkan APBN, tapi secara ekonomi keseluruhan akan merugi sekitar Rp150 triliun sampai 200 triliun," tuturnya.

"Lebih parahnya lagi suku bunga akan tinggi, investasi anjlok, dan tingkat pengangguran pun akan meningkat," tambahnya.

Di sisi lain ia mengakui, sulit bagi pemerintah untuk menetapkan subsidi premium secara konstan. Namun kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi adalah yang pailng efektif. "Bukan tidak mungkin kebijakan itu dapat terlaksana," ungkapya. [mre]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...