Harga Beras Naik Selama Desember 2022

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp10.954,00 per kilogram (kg) pada Desember 2022. Angka ini naik sebesar 13,25 persen dibandingkan Desember 2021.

Sedangkan, rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp10.371,00 per kg di bulan lalu, naik sebesar 13,61 persen dibandingkan Desember 2021. Dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp9.807,00 per kg atau naik sebesar 10,33 persen.

"Dibandingkan dengan bulan lalu, rata-rata harga beras di penggilingan pada Desember 2022 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 4,21 persen, 2,46 persen, dan 2,77 persen," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (2/1).

Margo melanjutkan, rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp5.624,00 per kg selama Desember 2022, naik 17,83 persen. Sedangkan, di tingkat penggilingan Rp5.748,00 per kg atau naik 17,87 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Desember 2021.

Rata-rata harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani Rp6.166,00 per kg atau naik 21,75 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.278,00 per kg atau naik 21,41 persen. Untuk harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp5.035,00 per kg atau naik 17,01 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.134,00 per kg atau naik 16,94 persen.

Lonjakan harga beras dan gabah ini diikuti oleh kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2022 sebesar 109,00 atau naik 1,11 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,83 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,72 persen.

Pada Desember 2022, NTP Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami kenaikan tertinggi (2,26 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami penurunan terbesar (2,47 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Untuk diketahui, Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. [azz]