Harga Bitcoin Merosot ke Posisi Terendah dalam 10 Tahun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Investor melakukan aksi jual bitcoin sepanjang Mei 2021. Akan tetapi, hal tersebut harus kembali dlihat apakah investor akan lepas untuk selamanya.

Pada perdagangan Jumat waktu setempat, harga bitcoin turun 8 persen. Sepanjang Mei 2021, bitcoin telah anjlok 36 persen pada Mei 2021, dan mencatat kinerja terburuk sejak September 2011.

Sentimen negatif yang berturut-turut telah membawa bitcoin merosot dari level tertinggi sepanjang masa di atas USD 64.000 pada April 2021.

CEO Tesla Elon Musk mengubah bitcoin dengan memberi tahu pelanggan baru-baru ini kalau raksasa mobil listrik ini tidak akan lagi menerima bitcoin sebagai pembayarannya karena kekhawatiran dampak lingkungan dan penambangan bitcoin yang butuh banyak energi. Demikian dilansir dari CNN, Sabtu pekan ini.

Musk pun sedikit melunakkan pendiriannya. Berkat dorongan CEO MicroStrategy Michael Saylor bertemu dengan beberapa penambang bitcoin yang berbasis di Amerika Utara untuk membicarakan masalah penggunaan energi.

China juga telah meningkatkan tindakan kerasnya terhadap uang kripto dan Departemen Keuangan Amerika Serikat telah meluncurkan rencana baru untuk mengenakan pajak bitcoin lebih banyak. Sementara itu, the Federal Reserve telah isyaratkan tentang kemungkinan membuat dolar digital.

Harga bitcoin yang melemah merembet ke uang kripto lainnya. Coin binance, XRP, dan Polkadot telah alami kerugian besar pada Mei. Kripto lainnya ethereum bertahan lebih baik. Eter hanya turun enam perseroan. Sedangkan dogecoin turun sedikit.

Harga Bitcoin Fluktuaktif

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Harga bitcoin sangat fluktiaktif, tetapi harga tetap naik lebih dari 25 persen pada 2021. Hal ini meski ada krisis pada Mei.Bagi penggemar jangka panjang, mereka melalui jalan berlika-liku sebelumnya.

"Sangat mudah menjadi investor kripto. Sangat sulit menjadi pedagang kripto,” ujar CEO Blockchain, Peter Smith dilansir dari CNN, Sabtu (29/5/2021).

Ia menuturkan, volatilitas sangat tinggi untuk pasar uang kripto. “Ini adalah pasar volatilitas sangat tinggi, dan dapat hancurkan Anda dengan mudah,” kata dia.

Harga bitcoin anjlok dari hampir USD 20.000 pada Desember 2017, merupakan puncak pada saat itu menjadi di bawah USD 3.500 pada awal 2019 sebelum naik.

Harga bitcoin turun hampir 40 persen pada September 2011 sebenarnya di tengah penurunan tiga bulan dari Agustus hingga Oktober pada saat itu.Harga anjlok lebih dari 35 persen setiap bulan.

Siapa pun yang bertahan melalui periode penuh gejolak itu pasti akan tertawa terakhir. Harga Bitcoin mencapai titik terendah USD 2 pada Oktober 2011 dan sekarang diperdagangkan sekitar USD 37.000.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel