Harga Bitcoin Tembus Rp800 Juta, Ini Penyebabnya

Lis Yuliawati, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Harga aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum kembali melejit. Tercatat, untuk Bitcoin harganya sudah setara dengan lebih dari Rp800 juta sedangkan Ethereum di atas Rp25 juta.

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, Bitcoin dan Ethereum mampu menyentuh harga tertinggi pada Februari 2021. Harga tertinggi Bitcoin Rp851,5 juta sedangkan Ethereum Rp26,8 juta.

Per hari ini, harga satu Bitcoin setara dengan Rp811,51 juta. Harga itu naik pesat dari catatan awal pekan ini sebesar Rp750,71 juta. Sedangkan Ethereum setara dengan Rp25,21 juta turun sedikit dari awal pekan ini Rp26,33 juta.

"Setelah sempat mengalami penurunan selama beberapa pekan, karena pasar jenuh, Bitcoin dan Ethereum kembali menapaki level tertingginya," kata dia melalui keterangan tertulis, Sabtu, 13 Maret 2021.

Oscar menekankan, Bitcoin mengalami kenaikan karena meningkatnya permintaan. Salah satunya karena Pemerintah Amerika Serikat melakukan pencetakan uang tambahan sebagai langkah atau stimulus perekonomian untuk menghadapi COVID-19.

Dengan mekanisme tersebut, dia menilai, dampaknya adalah turunnya mata uang dunia dan beberapa instrumen investasi lainnya. Sebab, pasokan dolar cenderung terus meningkat di tengah turunnya kondisi perekonomian.

"Investor tetap ingin mengamankan asetnya dengan investasi. Dengan kondisi itu, orang beralih ke Bitcoin karena Bitcoin tidak terpengaruh langsung dengan kebijakan pemerintah. Bitcoin mengadopsi teknologi blockchain yang bersifat tidak terpusat,” ujarnya.

Selain itu, menurut dia, faktor permintaan lain yang mempengaruhi Bitcoin adalah kebijakan Grup Hotel terbesar di dunia, yaitu Luxury US Hotel Group. Hotel ini memberikan fitur pembayaran dengan kripto, seperti Bitcoin, Ethereum, DOGE dan lainnya.

“Dalam hal ini, bukan hanya Bitcoin, tetapi juga mempengaruhi kenaikan harga Ethereum. Karena permintaan Ethereum juga meningkat,” kata Oscar.

Oscar menjelaskan, seperti prediksi JP Morgan, harga Bitcoin masih akan terus mengalami kenaikan hingga level Rp2,4 miliar. Penyebabnya, mulai banyak perusahaan besar dunia yang ingin membeli aset kripto ini seperti Tesla dan Microstrategy.

Khusus di Ethereum, permintaan dan batasan pasokan juga akan terjadi dalam waktu dekat ini. Pembatasan pasokan dengan membakar sejumlah Ethereum, kata Oscar, dikonfirmasi pengembang akan terjadi pada Juli atau Agustus 2021.

"Pengembang Ethereum menyatakan akan membakar atau burn Ethereum dalam upgrade EIP-1559. Itu menyebabkan supply akan berkurang sehingga harganya bisa naik,” katanya.