Harga Cabai di Depok Tembus Rp110 Ribu per Kilogram

Lis Yuliawati, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Depok, Jawa Barat, melambung. Bahkan harganya kini mencapai Rp 110 ribu per kilogram. Kondisi itu disebut-sebut terjadi akibat dampak buruk cuaca ekstrem.

Seorang pedagang sayur di Pasar Kemirimuka, Depok, Parni menyebut kenaikan harga cabai terjadi sejak tiga minggu lalu.

“Kalau cabai rawit merah yang sudah dipetik harganya Rp110 ribu dan yang belum dipetik Rp100 ribu,” katanya, Kamis, 25 Februari 2021

Ia mengungkapkan, harga cabai naik karena banyak petani yang gagal panen lantaran banjir. Kondisi itu menyebabkan terjadinya kelangkaan cabai rawit.

Untuk modal cabai saat dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, sebesar Rp90 ribu per kilogram, khusus untuk cabai yang belum dipetik. Namun itu belum dihitung biaya ongkos kirim dan kuli panggul yang mencapai Rp70 ribu untuk satu kali pengiriman.

“Kalau lagi naik gini sedikit yang beli jadi saya mengurangi stok yang sebelumnya 20 kilogram sehari, sekarang menjadi 15 kilogram sehari,” ujar Parni.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Kemirimuka, Sabeni, tak menampik adanya kenaikan harga cabai. Untuk mensiasati kondisi tersebut, sejumlah pedagang terpaksa mencampur cabai rawit merah dengan cabai lainnya, sehingga harga akan menjadi murah.

“Kalau cabai rawit merah murni Rp110 ribu per kilogram, kalau yang dicampur mencapai Rp100 ribu per kioogram,” katanya.

Ia menyebut, harga cabai rawit hijau masih bertahan di harga Rp70 ribu per kilogram, cabai merah kriting Rp60 ribu per kilogram. Sedangkan cabai hijau besar Rp15 ribu per kilogram, dan cabai merah biasa Rp50 ribu per kilogram.

“Sampai saat ini harga cabai yang mengalami kenaikan dan menjadi perhatian kami," ujarnya.