Harga Cabai di Medan Mulai Naik karena Masa Panen Usai

Fikri Halim
·Bacaan 1 menit

VIVAHarga cabai di pasar Medan terus bergerak naik. Pasokan komoditas yang semakin berkurang jadi penyebabnya karena masa panen petani sudah lewat.

Pedagang sayur mayur di kawasan Setia Budi Medan, R br Nainggolan mengaku harga cabai paling murah saat ini adalah Rp50.000 per kg.

"Harga cabai merah memang terus naik. Paling murah Rp50.000 per kg karena pasokan ketat di tengah permintaan yang tetap stabil," ujarnya, Selasa, 17 November 2020.

Baca juga: Tokopedia hingga Bukalapak Pungut PPN 10% Mulai Bulan Depan

Nainggolan juga menyebutkan bahwa pedagang pengumpul kesulitan mendapatkan pasokan. Sementara, harga jual di tingkat petani juga naik akibat masa panen cabai merah belum masuk lagi.

Berdasarkan informasi pedagang pengumpul, ujar Nainggolan, harga cabai merah akan naik lagi yang didorong naiknya permintaan jelang Natal dan tahun baru.

Petani cabai merah di Kabupaten Deliserdang, Sumut, Yareli, membenarkan sedikitnya produksi cabai merah di Sumut. Produksi yang sedikit akibat habisnya masa panen cabai merah itu di sebagian besar daerah produksi.

"Panen cabai merah baru akan dimulai lagi pada Maret 2021," kata Yareli yang menjadi Ketua Kelompok Tani Juli Tani.

Yareli menyebutkan harga cabai merah yang menguntungkan petani adalah kalau harga jualnya di atas Rp20.000 per kg.

"Petani berharap harga cabai merah saat masa panen di Maret 2021 bisa tetap tinggi minimal di atas Rp20. 000 per kg di tingkat petani," katanya.

Untuk diketahui, sentra produksi cabai merah di Sumut antara lain di Deliserdang, Karo, dan Batubara.

Sementara itu, dilansir VIVA dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga cabai merah memang bervariasi di berbagai. Tampak harga cabai tertinggi di Maluku seharga Rp60.950 per kg. Sedangkan harga terendah di Bali seharga Rp28.350 per kg. (Ant)

Baca juga: Ultimatum Pangdam Jaya: Ganggu Persatuan di Jakarta, Saya Hajar!